Geruduk Polda Kalbar dan Kejati, BPM Kalbar Desak Tahan Bos Oli Palsu Edy Chow
- Istimewa
VIVA - Ratusan massa dari Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di dua lokasi berbeda, yakni Polda Kalbar dan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Rabu 15 Oktober 2025.
Aksi ini menyoroti dugaan lambannya penanganan kasus peredaran oli diduga palsu yang melibatkan tersangka bernama Edy Chow. Sebanyak 567 peserta aksi turun ke jalan membawa tiga tuntutan utama.
Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Edi, dalam orasinya meminta penangkapan terhadap “Cukong Oil” Edy Chow yang telah di tetapkan sebagai tersangka namun belum ditahan, penindakan terhadap “Cukong Tambang” yang merusak kawasan Cagar Alam Bumi Khatulistiwa, serta penindakan terhadap oknum aparat penegak hukum yang diduga melakukan pembiaran.
‘’Tangkap dan segera lakukan penahanan terhadap EC. Kemudian tertibkan pertambangan emas tanpa izin yang berpotensi merusak lingkungan,’’tegas Gusti Edi dikutip pada Kamis 16 Oktober 2025.
Usai berorasi di Mapolda Kalbar, massa bergerak menuju Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat untuk mendesak Kejati segera memproses kasus oli palsu tersebut. Kasus itu di ketahui telah dilimpahkan dari penyidik Polda Kalbar ke Kejati Kalbar untuk tahap penuntutan.
Polda Kalbar Gelar Olah TKP di Gudang Diduga Oli Palsu di Kubu Raya
- Ngadri/Siap.viva.co.id
Di halaman kantor Kejati, aksi BPM Kalbar berlangsung dengan simbolis yang menarik perhatian publik. Ketua Umum BPM Kalbar, Gusti Edi, mengalungkan bungkus Tolak Angin kepada salah satu pejabat Kejati Kalbar.
‘’Saya berharap agar pihak kejaksaan tidak “masuk angin” dalam menangani kasus dugaan peredaran oli palsu dan sejumlah kasus besar lainnya di Kalbar. “Tolak angin supaya kasus oil tak masuk angin,”kata Edi.
Edi menambahkan, Berdasarkan hasil penyidikan, Edy Chow ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menjadi pembuat sekaligus pengedar oli palsu dari berbagai merek ternama di wilayah Kalimantan Barat.
‘’Oli palsu tersebut diduga diperolehnya dari tiga orang berinisial WG, CEH, dan FO, yang disebut memiliki hubungan dengan pejabat penting di tingkat pusat,’’tambahnya.
Lebih lanjut, Gusti Edi mengungkapkan, Edy Chow juga di ketahui merupakan anak sulung dari FS, seorang pengusaha yang di kabarkan dekat dengan pejabat tinggi di tingkat provinsi. Kedekatan ini disebut-sebut menjadi salah satu alasan publik mendesak Kejati Kalbar agar bertindak profesional dan transparan.