Kronologi Undangan Perang Terbuka 2 Kelompok Pemuda di Alor NTT, Polisi Diminta Jadi Wasit

Kondisi perang terbuka dua kelompok pemuda di Alor NTT
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Dua kelompok massa terlibat saling serang usai tersebarnya undangan perang terbuka di Alor NTT. Dalam pesan berantai yang beredar di media sosial, tantangan itu dilayangkan oleh pemuda Kampung Welai Barat.

img_title Ditinggal di Depan Barikade DPR, Muslimah GPI Kecam Sikap Pimpinan AMPB

Mereka menantang pemuda dari Kampung Wetabua untuk melakukan perang terbuka. Surat tersebut pun viral di media sosial.

Data yang dihimpun menyebutkan, undangan perang terbuka ini berbedar di media sosial, terutama grup WhatsApp sejak Senin, 15 September 2025. 

img_title Ribuan Pemuda Gelar Aksi di DPR, Tolak Narasi 'Men-Nepalkan Indonesia'

Undangan tersebut dibuat oleh pemuda-pemudi wilayah barat yang ditujukan kepada pemuda Kelurahan Wetabua.

Alasannya akibat aksi pemukulan oleh sekelompok pemuda Wetabua terhadap Dimas Marokang pada Sabtu, 13 September 2025, lalu. 

img_title Pastikan Aksi Sosial KDM di NTT Bukan Settingan, Walkot Depok Tantang Warganet: Hadiahnya Rp 10 Juta

Mereka juga meminta pihak kepolisian agar menjadi wasit dan turut menyaksikan perang terbuka tersebut. 

Dalam surat itu tertulis, pemuda Welai Barat dengan rendah hati datang mengundang pemuda Wetabua untuk perang terbuka dengan menggunakan alat perang masing-masing.

Undangan ini menyebut perang terbuka dilangsungkan di Lapangan Minikalabahi pada Rabu, 17 September 2025, sekira pukul 10:00 WITA. 

Surat yang ditandatangani pada Minggu, 14 September 2025 ini juga melampirkan BH atau kutang. 

"Jika teman-teman pemuda Wetabua setuju maka segera konfirmasi kepada kami, kami akan menunggu dengan jiwa kesatria. Lampiran BH itu menandakan bahwa kami adalah laki-laki bukan wanita," demikian bunyi undangan perang terbuka tersebut.  

Imbas dari kejadian ini, sejumlah sekolah dan aktivitas perkantoran terpaksa diliburkan.

Aparat kepolisian dan TNI telah berada di lokasi kejadian untuk melerai keributan ini.

Sejumlah pejabat daerah pun juga ikut turun untuk meredam emosi dua kelompok pemuda tersebut. 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti ada tidaknya korban dalam insiden tersebut.