Langsung Viral Gegara Pernyataan Soal 17+8 Tuntutan Rakyat, Menkeu Minta Maaf, Kan Saya Baru di Sini

Potret Menkeu RI Purbaya Yudhi Sadewa
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Nama Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa langsung viral usai dilantik Presiden Prabowo lantaran mengeluarkan pernyataan yang dianggap kontroversi soal 17+8 tuntutan rakyat yang belakangan ini terus menjadi sorotan publik.

img_title KNPI Siap Kawal Pemerintahan Prabowo, Haris Pertama: Pemuda Harus Jadi Ujung Tombak Perubahan!

Sebagaimana diketahui, 17+8 tuntutan rakyat adalah berbagai aspirasi dan desakan yang beredar terkait unjuk rasa pada Agustus 2025. Sejak saat itu, 17+8 pun trending di media sosial.

Ketika ditanya soal tuntutan tersebut, Menkeu yang baru dilantik itu menyebut bahwa tuntutan itu akan hilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

img_title Wacana Dua Kewarganegaraan Muncul, Masa Depan Timnas Indonesia Bisa Berubah?

"Itu akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak, dibandingkan demo," tuturnya. Karenanya, Purbaya berjanji, pihaknya akan bekerja maksimal untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi RI.

"Kita akan kejar, ciptakan pertumbuhan yang paling cepat seoptimal mungkin. Kalau Anda bilang bisa enggak besok? Kalau saya bilang bisa kan saya nipu. Tapi kita bergerak ke arah sana," katanya.

img_title GREAT Institute: Target Pertumbuhan 6 Persen dengan Defisit Lebih Kecil, RAPBN 2027 Uji Produktivitas dan Kualitas

Adapun tuntutan tersebut terdiri dari 17 poin tuntutan jangka pendek dan delapan tuntutan jangka panjang yang dilayangkan kepada pemerintahan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Di antaranya, pembatalan tunjangan perumahan baru anggota DPR sebesar Rp50 juta per bulan, dihapusnya kebijakan yang menguntungkan konglomerat dan militer.

Kemudian juga menuntut transparansi penuh atas gaji dan anggaran DPR, serta pembatalan rencana kenaikan gaji anggota dewan.

Usai dilantik menggantikan Sri Mulyani, Menkeu Purbaya pun sempat dicecar awak media terkait langkah apa yang akan dilakukannya menghadapi 17+8 tuntutan rakyat?

Menanggapi hal tersebut, Menkeu Purbaya meresponnya dengan cukup santai.

"Saya belum mempelajari itu. Tapi basicnya begini, itukan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? mungkin sebagian ngerasa keganggu hidupnya masih kurang, ya once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen hingga 7 persen," ujarnya.

Nah setelah pernyataanya tersebut viral, Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya minta maaf.

Diduga, hal itu terkait dengan ucapannya yang menganggap tuntutan 17+8 cuma suara sebagian rakyat kecil.

Adapun permintaan maaf itu disampaikan Menkeu Purbaya usai pisah sambut dengan Sri Mulyani di Gedung Kementerian Keuangan RI pada Selasa, 9 September 2025.

Halaman Selanjutnya
img_title