Tangis Penyesalan Napi dari Balik Jeruji Lapas Cibinong: Di Tempat Inilah Saya Belajar Bertobat
- Istimewa
Siap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong atau Lapas Cibinong, rutin menggelar agenda keagamaan, termasuk untuk warga binaan alias napi yang beragama Nasrani.
Hal itu merupakan komitmen Lapas Cibinong sebagai bagian dari program pembinaan kerohanian yang berkelanjutan.
Adapun kegiatan ibadah kali ini dipimpin oleh Yayasan Rise and Shine Ministry, mitra pelayanan rohani dalam mendukung pemulihan dan pembinaan moral warga binaan.
Diselenggarakan di Gereja Oikumene Terang Dunia, ibadah rutin Nasrani Lapas Cibinong ini diikuti dengan antusias oleh puluhan warga binaan pada Selasa, 12 Agustus 2025.
Kegiatan itu berlangsung penuh hikmat. Sejumlah napi mengikuti setiap rangkaian ibadah yang meliputi puji-pujian, penyampaian firman Tuhan, serta doa bersama.
Pendeta Steven dari Yayasan Rise and Shine Ministry dalam khotbahnya menyampaikan pesan tentang pentingnya pertobatan, pengharapan, dan semangat hidup baru di dalam Tuhan.
Ia juga menekankan bahwa masa pembinaan di dalam lapas bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bisa menjadi awal dari perjalanan hidup yang lebih baik.
Pendeta Steven percaya, bahwa setiap pribadi memiliki kesempatan kedua dalam hidup.
"Melalui pelayanan ini, kami ingin membantu para warga binaan untuk menemukan kembali jati diri mereka dan bangkit dengan semangat baru,” katanya.
Sementara itu, Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto tak lupa mengapresiasi Yayasan Rise and Shine Ministry, karena telah menjadi mitra aktif dalam program pembinaan kerohanian di Lapas Cibinong.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter dan membangun spiritualitas warga binaan, agar ketika kembali ke masyarakat nanti, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna,” ujarnya.
Ibadah ini, lanjut Wisnu, merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang terus dijalankan secara konsisten oleh Lapas Cibinong.
Gereja Oikumene Terang Dunia menjadi pusat aktivitas rohani bagi warga binaan Nasrani yang ingin memperdalam iman dan memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Wisnu juga mengatakan, bahwa program pembinaan keagamaan ini merupakan bagian dari strategi rehabilitasi yang tidak hanya fokus pada aspek hukum dan sosial, tetapi juga spiritualitas.