Masuk 3 Besar Calon Sekda Depok, Dadang Wihana Janjikan Kolaborasi Profesional
- Istimewa
Siap – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok telah mengumumkan seleksi calon sekretaris daerah (Sekda). Ada tiga nama yang mencuat.
Salah satunya adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Depok, Dadang Wihana.
Menanggapi hal tersebut, Dadang menegaskan, bahwa hal itu merupakan hak ptrerogatif Wali Kota Depok, Supian Suri.
"Semua hak prerogatif Pak Wali, jadi seluruh proses sudah diikuti dengan baik dan profesional, dengan proses yang baik dan berintegritas. Insya Allah nanti akan membawa kemaslahatan dalam mengusung visi misi bersama Depok maju sebagaimana yang diusung oleh Pak Wali," katanya pada Selasa, 29 Juli 2025.
"Apapun hasilnya yang diputuskan Pak Wali itulah yang terbaik untuk mendukung beliau dalam mengusung visi misi dan mengusung RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)," sambungnya.
Ketika disinggung lebih jauh soal target jika terpilih sebagai Sekda Depok, Dadang mengaku telah menyiapkan rencana skala prioritas.
"Prioritasnya adalah untuk melakukan kolaborasi sebagaimana yang kemarin saya sampaikan di makalah, bahwa sekda itu sebagai chief kolaborator, tantangan Depok itu cukup berat, tapi peluang Depok untuk lebih maju itu besar," jelasnya.
Sehingga kata Dadang, perlu orkestrasi, birokrasi yang profesional.
"Jadi kuncinya adalah kolaborasi," ucap lulusan doktor nilai IPK 3,866 peringkat 2 (dengan pujian).
Menurut Dadang, yang terpenting saat ini adalah kolaborasi antar pihak.
"Ya, orkestrasi birokrasi. Jadi kalau untuk program kegiatan sudah ada di RPJMD, kebetulan saya sendiri bagian dari yang menyusun RPJMD sebagai ketua tim," ucapnya.
"Dan tadi bagaimana untuk menjalankan itu, maka kuncinya adalah mengorkestrasi birokrasi itu supaya solid," timpalnya lagi.
Profil Dadang Wihana
Pria kelahiran Cianjur 8 April 1972 itu merupakan lulusan D-III Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) 1992, kini disebut Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN.
Setahun kemudian, Dadang Wihana melanjutkan pendidikannya di Sekolah Calon Perwira Militer Wajib tepatnya di Komandan Pusat Pendidikan Infanteri, Bandung pada tahun 1993.
Setelah lulus dari sana, ia menyandang pangkat Letnan Dua (Letda) Infanteri dan sempat mengemban tugas di Pama Kodim-1707 Merauke.