Dua Sekolah Rakyat SMP dan SMA di Kabupaten Bogor Siap Beroperasi

Potret Sekolah Rakyat SMP dan SMA di Kabupaten Bogor
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Dua sekolah rakyat akan mulai beroperasi di Kabupaten Bogor dan rencananya akan diresmikan pada Senin (14/07/2025) esok.

img_title Gong Piala AFF 2026 Segera Dipukul, 4 Tim di Grup A Lakoni Laga Pembuka, Kecuali Timnas Indonesia

Rencananya Kedua sekolah itu meliputi jenjang Sekolah Menangah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Maruf mengatakan, dua sekolah rakyat di Kabupaten Bogor saat ini akan beroperasi.

img_title Jebolan SMA Kesatuan Bangsa Ini Cetak Sejarah Dikancah Internasional

Dua sekolah rakyat tersebut salah satunya berlokasi di Sentra Terpadu Inten Suweno, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, dan satu lagi berada di sentra terpadu Galuh Pakuan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

“Yang di Inten Suweno itu wilayah kerjanya Kota Bogor, tapi disitu ada warga kabupaten Bogor yang masuk di sekolah rakyat sebanyak 15 orang jenjang SMP,” kata Farid, Jumat (11/7/2025).

img_title Kemendiktisaintek Tunjuk Kharisma Bangsa Jadi Sekolah Unggul Garuda Transformasi

Sementara untuk sekolah rakyat di Ciseeng ada 50 orang siswa jenjang SMA,”Semuanya warga Kabupaten Bogor,” terangnya

Saat ini proses pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana di sekolah rakyat Inten Suweno, Karadenan sudah hampir mendekati 100 persen.

“Kemarin kami melakukan pengecekan kelapangan ke tempat -tempat yang akan dijadikan sekolah rakyat salah satunya di sentra terpadu Inten Suweno. Kami tinjau kesana, ruang kelasnya, pondokannya kemudian aulanya, sarana olah raga, itu sudah mendekati 100 persen,” kata Farid Maruf.

Selain itu, peralatannya, infrastruktur, meja dan bangku sekolah sudah ada semua disiapkan.

Farid menyebut, untuk masuk sekolah rakyat tidak ada persyaratan khusus .

Syarat nya satu hanya harus terdaftar di Data sen D sil satu atau dua.

“Karena sekolah rakyat ini memfasilitasi warga tidak mampu yang masuk katagori miskin ekstrim dan miskin, supaya anaknya bisa menikmati pendidikan yang disediakan pemerintah,” bebernya.

Sementara, untuk sekolah rakyat jenjang SMA di Kecamatan Ciseeng saat ini sudah masuk pendaftaran gelombang pertama dengan jumlah siswa yang masuk sebanyak 50 dari dua rombongan belajar.

“Dan untuk SMP ada 4 Rombel, sementara SD belum,” terangnya.

Ia mengaku untuk sekolah rakyat tingkat sekolah dasar pihaknya masih terus mengupayakan pengajuan agar bisa disetujui pada gelombang satu ini ada untuk sekolah dasar.

Standar sekolah rakyat hampir di semua daerah hampir sama, baik dari infrastrukturnya, sistemnya hingga kurikulumnya sama karena ini program nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title