Ironi Dunia Pendidikan Depok di Balik Aksi Nyata Karabha Digdaya Mengajar

Dirut PT Karabha Digdaya, Trisnadi saat mengajar di Depok
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Fasilitas sekolah tak layak nampaknya masih menjadi PR serius di sejumlah daerah. Setidaknya hal itu terlihat di MTs dan SMA Islam Darussalam, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.  

img_title Innovation Challenge, Jurus Jitu KD dan IJTI Atasi Masalah Sampah di Depok

Sekolah yang diisi ratusan peserta didik itu kondisinya tampak cukup memprihatinkan. 

Bahkan, guru yang mayoritas berstatus tenaga honorer ini pun mendapat gaji di bawah Upah Minimum Regional atau UMR.

img_title Teken Kontrak Kerja Usaha, Ini Hal yang Harus Dihindari Pelaku UMKM

Hal itu diakui langsung oleh Kepala Sekolah SMA Islam Darussalam, Junaidi Issam. 

"Ya (honor) di bawah Rp2 jutaan lah per bulan. Ada juga di bawah Rp1 juta, karena memang sesuai dengan jam ngajar," katanya dikutip pada Jumat, 16 Mei 2025. 

img_title Dukung Program Menkeu, Bos Karabha Digdaya Berambisi Jadikan Tapos Margonda Jilid 2

Namun demikian, menurut Junaidi hal itu tak jadi persoalan. Para guru atau tenaga pendidik di tempat ini berangkat dari sisi kemanusiaan. 

"Memang kami barangkali lebih cenderung ke sosial. Makanya ketika guru hadir di Darussalam, yang kami sampaikan ini kalau untuk mencari penghidupan bukan disini tempatnya, tapi untuk mencari keberkahan ayo bareng-bareng gitu," ujarnya. 

Junaidi mengatakan, SPP sekolah pun tidak membebani para siswa. Adapun iuran normal sekira Rp150 ribu. 

"Tapi ada yang memang kita gratiskan juga. Kemudian juga ada yang memang semampunya, terutama anak yatim dan dhuafa," tuturnya. 

Sedangkan untuk menunjang kebutuhan lainnya, mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. 

Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Terkait hal itu, Junaidi pun berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, baik untuk perbaikan fisik sekolah maupun upah para guru. 

"Untuk selama ini perhatian pemerintah kami anggap lumayan ya. Baik dari bantuan operasional, kemudian juga dari provinsi, BPNI, sebagainya," ucap dia.

Namun menurutnya, secara keseluruhan hal itu belum bisa mencukupi untuk kebutuhan sekolah. 

"Contoh kondisi kami mungkin bantuan-bantuan secara fisik, barangkali yang memang kami harapkan sekali," katanya.

"Karena apalagi ini bisa dilihat kondisi seperti ini, dan kami berharap nanti ke depan kami menyebut baik, barangkali apa yang jadi wacana di Jawa Barat itu ya, bahwa nanti akan memprioritaskan sarana fisik barangkali," sambung Junaidi.

Halaman Selanjutnya
img_title