Ketika Imbauan Wali Kota Supian Dicuekin Disdik Depok, Nih Buktinya

Akun Disdik Depok jadi sorotan
Sumber :
  • Instagram

Siap – Akun Instagram Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok tengah disorot lantaran dinilai anti kritik. Diduga hal tersebut ada kaitannya dengan anggaran papan tulis senilai Rp 30 miliar. 

img_title Gebrakan Walkot Supian di TPA Cipayung, Sampah Depok Diubah Jadi RDF

Dugaan ini kian mencuat setelah fitur "Tandai" di akun resmi media sosial instagram @disdidepok terlihat dinonaktifkan.

Sontak saja, sejumlah pihak menilai Disdik Kota Depok engggan menerima kritik atau menerima keluhan masyarakat, khususnya tentang seputar informasi pendidikan.

img_title Goodbye 'Jalur Neraka' Depok, Proyek Flyover Margonda hingga Underpass Citayam Akhirnya Deal, Nih Bocorannya

Mereka kesal lantaran tidak dapat menandai akun tersebut dalam unggahan atau komentar.

"Cemen," tulis akun @aguslinxxx

img_title Panas, Legislator PKB Skakmat PKS saat Paripurna DPRD Depok: Kenapa Baru Melek?

"Rombak aja pimpinan jadikan bawahan, pilih orang yg bener2 mau kerja," sahut akun @zummaxxx

"Kalau ga mau nerima kritik ngapain ngejabat?" timpal akun @rizkyxxx.

Abaikan Pesan Wali Kota

Alhasil akun Instagram Disdik Depok diduga (disdikdepok) pun ramai diperbincangkan warganet lantaran tidak mengaktifkan fitur mention tersebut. 

Padahal, Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah saat awal menjabat sempat mengingatkan seluruh jajarannya untuk mengikuti perkembangan sosial media (sosmed).

Melalui sosmed, jajaran ASN Pemkot Depok dapat membaca dan melihat keluhan-keluhan masyarakat yang sedang dialami.

Supian Suri meminta ASN untuk tidak untuk tidak tutup mata terhadap pengaduan warga di media sosial (Medsos).

Menurutnya, melalui media sosial, warga kerap memberikan keluhan terkait pemerintahan Kota Depok.

"Artinya selama ini kan keluhan-keluhan warga itu tertuang di medsos, jadi ASN harus melek medsos. Maka Saya minta PNS-PNS Kota Depok bener-bener mengikuti, membaca, melihat keluhan-keluhan yang juga keluar atau muncul di media-media sosial,” katanya pada Kamis 21 Februari 2025.

Tak hanya itu, Supian juga berpesan agar ASN tidak banyak perasaan (baper) terhadap keluhan masyarakat. 

Dirinya meminta ASN untuk menyikapi keluhan tersebut dengan positif agar dapat merubah kinerja jadi lebih baik.

“Pastilah nggak boleh baper, karena memang ini konsekuensi melayani masyarakat, apa yang menjadi keluhan masyarakat ya kita lihat,” tegas Supian.