Kanvas Mimpi, Jurus Jitu Jejak Baik Lahirkan Harapan di Tengah Derasnya Tantangan Gen-Z
- Istimewa
Siap – Lembaga sosial Jejak Baik membuktikan sebuah kanvas kosong ternyata mampu menjadi ruang lahirnya harapan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi Z (Gen Z), mulai dari kesepian, tekanan akademik, hingga derasnya interaksi digital.
Setidaknya hal itu dibuktikan Jejak Baik saat mengajak anak-anak panti asuhan Domyadhu, Pondok Gede untuk melakukan sesuatu sederhana tapi memiliki makna mendalam, yakni menggambar impian di masa depan.
Kegiatan itu dilakukan melalui program “Kanvas Mimpi”. Agenda bakti sosial yang diselenggarakan pada Juli 2026 ini tidak berhenti pada pemberian bantuan pangan dan donasi.
Jejak Baik memilih menghadirkan pengalaman yang memberi ruang bagi setiap anak untuk didengar, dihargai, dan dipercaya bahwa mereka memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Jejak Baik dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara sosial, emosional, dan penuh empati.
Sesi utama bertajuk “Kanvas Mimpi” mengajak setiap anak menggambarkan cita-cita yang ingin mereka raih, kemudian mempresentasikan makna di balik gambar tersebut di hadapan teman-temannya.
Melalui aktivitas sederhana itu, anak-anak belajar mengungkapkan gagasan, melatih keberanian berbicara, sekaligus membangun keyakinan bahwa latar belakang kehidupan tidak menentukan batas mimpi seseorang.
Keceriaan terlihat ketika setiap anak dengan bangga menjelaskan gambar yang mereka buat.
Ada yang bercita-cita menjadi dokter, guru, polisi, pengusaha hingga atlet.
Nah yang lebih penting dari profesi tersebut adalah tumbuhnya keyakinan bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk bermimpi dan kesempatan yang sama untuk meraihnya.
“Pendekatan ini sejalan dengan berbagai kajian psikologi perkembangan yang menunjukkan bahwa kemampuan anak untuk memvisualisasikan tujuan hidup sejak dini berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, optimisme, serta self-efficacy dalam menghadapi tantangan kehidupan,” ujar Pengurus Yayasan Ruang Karya Berdampak (YRKD), yang menaungi Jejak Baik, Andhita Yukihana R dikutip pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Hal senada juga diungkapkan pengurus YRKD, Wiratri Anindhita. Menurutnya, di era media sosial, interaksi tatap muka justru semakin penting.
Ia menjelaskan, sebuah penelitian terhadap Generasi Z menunjukkan bahwa hampir 79 persen responden lebih memilih interaksi langsung dibandingkan komunikasi melalui media sosial.