Sambut HUT ke-81 RI, The Margo Hotel Bakal Hadirkan 4 Menu Langka di Depok, Apa Itu?

Chef Vindex Tengker beraksi di The Margo Hotel Depok
Sumber :
  • siap.viva.co.id

Siap – The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat bakal menyajikan pengalaman kuliner bertema Harmony of Indonesia. Progam ini digagas dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan ke-81 tahun RI.

img_title Sambut Libur Sekolah di Depok, The Margo Hotel Tawarkan Promo Little Explorers

Mengusung konsep kuliner Nusantara, program ini menghadirkan lunch buffet hingga Saturday-Sunday brunch dengan empat menu pilihan hasil kolaborasi eksklusif bersama Chef Vindex Tengker dan Lee Kum Kee.

Adapun empat menu tersebut yakni Sate Rembiga Lombok, Ayam Panggang Madu dari Yogyakarta, Ayam Cincane Kalimantan Timur, serta Gulai Ikan Aceh.

img_title Ramadan Penuh Berkah, IJTI Depok dan The Margo Hotel Manjakan 100 Anak Yatim

Sajian tersebut diyakini bakal memberi sensasi kuliner yang berbeda karena cukup langka di Kota Depok. 

Chef Vindex Tengker mengatakan, Sate Rembiga khas Lombok menjadi salah satu menu yang banyak diminati karena memiliki cita rasa khas tersendiri.

img_title Rayakan HUT ke-4, IJTI Depok Boyong Ratusan Anak Yatim ke Margocity

“Sate Rembiga ini khas Lombok. Kita menggunakan daging sapi pilihan yang kemudian dimarinasi dengan bumbu, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan kuat,” katanya.

Mantan juri Master Chef Indonesia itu mengakui, ada tantangan tersendiri dalam menyajikan menu spesial tersebut.

"Tantangannya adalah itu, kombinasi dengan sesuatu yang tidak semestinya, atau tidak biasa di dalamnya. Kalau saya kan sudah pernah ke Aceh, kita juga nyobain yang real taste-nya, gulainya di sana. Kemudian harus mengkombinasi dengan tadi chili crab sauce gitu kan. Jadi saya harus rasa chili crab sauce-nya, kemudian baru dikombinasi," jelasnya. 

Chef Vindex mengakui, meramu bumbu tersebut tentu tidak-lah mudah.

"Apa nih tambahan-tambahan apa, supaya bisa menghasilkan rasa gulai ikan Aceh yang pas gitu. Terus kemudian yang ayam Cincane juga itu ada challenge-nya. Karena kan gula merah dia pakai, biasanya dengan bumbunya."

"Nah ini kita harus mengkombinasi dengan apa namanya, saus barbecue. Tapi tetap dengarnya bahwa oke, ini kan makanya sebenarnya kalau orang bilang, mengkombinasi sesuatu itu harus mengerti dasar-dasarnya. Jadi kadang-kadang makanya orang bilang, ini bukan fusion," sambung dia.

"Kalau fusion tuh berubah bentuk dia. Kalau ini masih original, tapi di sauce-nya yang di twist gitu. Nah kalau orang yang gak bisa, dia akan twist-nya ngacok gitu," timpalnya lagi.

Halaman Selanjutnya
img_title