Belajar Kehidupan dari India: Catatan Backpacker yang Menjadi Inspirasi Pendidikan Indonesia

Ilustrasi sisi lain India
Sumber :
  • Istimewa

Menurutnya, perjalanan tersebut mengajarkan bahwa pengalaman paling berharga bukanlah ketika semuanya berjalan mudah, melainkan ketika seseorang belajar menghadapi ketidakpastian, beradaptasi, dan bertumbuh bersama masyarakat yang berbeda latar belakang.

img_title Akademisi Dorong Data yang Berkualitas: Ini Bukan Sekadar soal Server

Pembina Yayasan Ruang Karya Berdampak (RKD), yang menaungi Klinik Digital, Devie Rahmawati, memandang buku ini sebagai representasi penting mengenai arah pendidikan masa depan.

“Kita hidup di zaman ketika informasi menjadi semakin murah, tetapi pengalaman hidup yang autentik justru semakin mahal. Anak-anak muda mengetahui begitu banyak hal, tetapi semakin sedikit yang benar-benar mereka alami sendiri. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan apa yang harus dipikirkan, tetapi harus menghadirkan pengalaman yang mengubah cara seseorang berpikir, merasakan, dan mengambil keputusan.”

img_title Klinik Digital Dorong Kampus Jadi Penjaga Kedaulatan Data di Tengah Gempuran AI

Menurut Devie, yang juga founder dari Klinik Digital, metode backpacker yang dikembangkan IDN Boarding School menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu dibangun melalui ruang kelas.

Menurutnya backpacker bukan sekadar perjalanan geografis, namun, perjalanan psikologis, sosial, dan moral.

img_title Pakar UI Singgung Keamanan Digital: Padahal yang Perlu Kita Bangun Adalah Ketahanan Manusianya

"Ketika seorang anak muda harus hidup di tengah budaya yang berbeda, mengelola keterbatasan, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri, di situlah resiliensi, empati, kepemimpinan, dan kebijaksanaan mulai tumbuh. Dunia tidak lagi hanya menjadi tempat yang dikunjungi, tetapi menjadi ruang kelas yang menghidupkan manusia.”

Bagi Mila Viendyasari, editor dari Klinik Digital, buku ini menunjukkan bahwa diplomasi tidak selalu lahir dari forum resmi antarnegara.

“Hubungan antarnegara memang dibangun melalui kebijakan. Namun hubungan antarmasyarakat dibangun melalui cerita, pengalaman, dan rasa ingin tahu. Ketika seorang pelajar Indonesia belajar langsung di India, berbincang dengan masyarakat lokal, mengunjungi universitas, rumah ibadah, pasar tradisional, hingga merasakan kehidupan sehari-hari, sesungguhnya individu sedang membangun diplomasi dalam bentuk yang paling manusiawi.”

Menurut Rienzy Kholifatur, editor di Klinik Digital, pengalaman backpacker menjadi laboratorium kehidupan yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh pembelajaran konvensional.

Ia menegaskan, life skills tidak lahir ketika seseorang hanya mendengar teori tentang kepemimpinan atau resiliensi.

"Life skills tumbuh ketika seseorang harus mengambil keputusan di tengah ketidakpastian, mengelola emosi, menyelesaikan konflik, hidup dengan keterbatasan, dan tetap bertanggung jawab terhadap pilihannya. Pengalaman-pengalaman seperti inilah yang membentuk karakter secara otentik.”

Halaman Selanjutnya
img_title