Ketika Musik Keroncong Membawa Secercah Asa dari Balik Jeruji Rutan Depok
- Istimewa
Siap – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat kembali menghadirkan program unggulan untuk warga binaan, yakni sekolah musik keroncong.
Bukan cuma sekedar mengisi waktu luang, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan bermusik.
"Ya kami berharap kegiatan ini dapat menjadi media bagi warga binaan untuk terus berkarya dan meningkatkan rasa percaya diri," kata Kepala Rutan Depok Agung Nurbani dikutip pada Selasa, 2 Juni 2026.
Menurutnya, pembinaan melalui seni dan budaya merupakan bagian penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan serta semangat positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Bogi Nurseto, yang turut langsung memantau proses pelatihan mengatakan, sekolah musik keroncong ini sengaja dipilih untuk melestarikan budaya khas Indonesia.
"Nah kita sebagai bagian dari pemerintah ingin melestarikan budaya keroncong yang mana warga binaan dipandang sebagai orang yang bermasalah di luar, kita ingin mencetak, kita bina sehingga bisa bermanfaat buat masyarakat," jelasnya.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Bogi Nurseto
- Istimewa
Guna mendukung program tersebut, petugas bahkan sampai mendatangkan langsung pelatih profesional. Beberapa di antaranya adalah musisi asal Jogja.
Sementara itu, Kepala Subseksi Bantuan Hukum dan Penyuluhan Rutan Depok Michael Millendiannuary Rahardjo, menjelaskan bahwa program ini adalah salah satu bentuk kegiatan pembinaan kepribadian.
Tujuannya agar warga binaan mempunyai keterampilan musik.
Michael juga mengatakan, pihaknya sengaja memilih keroncong sebagai program pembinaan karena genre musik tersebut masih sangat jarang di lembaga pemasyarakatan.
"Musik kroncong ini kan musik yang musik tradisional yang lahir dari Indonesia yang harus kita lestarikan. Nah kita sih berharap nanti pada event tertentu, misalnya momen HUT RI atau acara-acara di luar sana kita bisa tampil," tuturnya.
Kasubsi BHP Rutan Depok Michael Millendiannuary Rahardjo
- Istimewa
Lebih lanjut Michael memastikan tidak ada syarat khusus untuk mengikuti pelatihan ini, yang penting ada kemauan dan rutin dalam berlatih.
"Kalau untuk latihan itu seminggu kurang lebih tiga kali yakni di hari Selasa, Kamis, dan Jumat. Nanti itu mereka juga akan tampil di saat jam kunjungan. Jadi diharapkan ini jadi ikonnya baru Rutan Depok," harapnya.