Kolaborasi PLN-Pemprov Jateng Buka Peluang Kerja Baru bagi Lulusan SMK dan DTKS
- Istimewa
Siap – PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah membangun skema link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan industri guna mempercepat penyerapan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran di daerah.
Melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga dipersiapkan untuk langsung masuk ke dunia industri setelah menyelesaikan pelatihan.
Sebanyak 165 peserta mengikuti program pelatihan SDM industri tekstil dan alas kaki yang diselenggarakan melalui kolaborasi PLN Pusmanpro dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah.
Para peserta diproyeksikan mengisi kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan industri alas kaki yang menjadi mitra program.
Inisiatif tersebut menjadi salah satu langkah konkret untuk menjawab tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi berbagai daerah.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, program ini juga dirancang untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan ketersediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan standar dunia usaha.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang hadir meninjau pelaksanaan program tersebut menilai sinergi antara BUMN, pemerintah daerah, dan sektor industri merupakan model kolaborasi yang efektif dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara PLN dan Disperindag Jawa Tengah ini adalah contoh nyata kolaborasi yang kita butuhkan. Program ini tidak hanya memberikan bekal keterampilan, tetapi juga memberikan kepastian penyaluran kerja. Ini sangat berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jawa Tengah,” ujar Ahmad Luthfi seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 31 Mei 2026.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan saat ini membutuhkan solusi yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan adanya keterhubungan antara proses pendidikan dan kebutuhan nyata dunia industri.
Dengan pendekatan tersebut, lulusan pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Berbeda dengan program pelatihan konvensional yang sering kali berhenti pada pemberian sertifikat keterampilan, program yang dijalankan PLN Pusmanpro dan Disperindag Jawa Tengah dirancang berdasarkan kebutuhan tenaga kerja industri alas kaki yang sudah teridentifikasi sebelumnya.