Belajar Sambil Bermain, PLN Ajak 51 Siswa SD di Makassar Jadi Agen Keselamatan Listrik

Srikandi PLN edukasi bahaya listrik sejak dini
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Suasana SD Inpres Panaikang 1/1, Makassar, pada Rabu pagi pekan lalu tampak lebih semarak dari biasanya.

img_title Kabel Jaringan Listrik Rusak Akibat Pencurian, PLN UID Kalbar Gercep Tangani Gangguan

Sebanyak 51 siswa mengikuti kegiatan edukasi keselamatan ketenagalistrikan yang digelar PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO) melalui Unit Pelaksana Manajemen Proyek (UPMK) V bersama Srikandi PLN.

Program ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap potensi bahaya listrik yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

img_title Listrik Sering Padam, BPM akan Kerahkan 1.000 Orang Kepung PLN UID Kalimantan Barat

Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, para siswa diajak memahami berbagai risiko kelistrikan tanpa harus merasa bosan.

Alih-alih menyampaikan materi secara formal dan teoritis, Team Leader K3L & Keamanan (KAM) PLN Pusmanpro UPMK V, Riska Ganda Putra, bersama Dilla Ari Alfianty dari Srikandi PLN, mengemas kegiatan dalam bentuk dialog, tanya jawab, dan permainan edukatif yang mudah dipahami oleh anak-anak.

img_title Warga Resah Listrik Padam Berjam-jam, Ini Penjelasan PLN UID Kalimantan Barat

Sepanjang sesi, para siswa diajak mengenali berbagai aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan di sekitar jaringan listrik.

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah larangan bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai risiko memanjat pohon yang dahannya telah menyentuh kabel listrik karena dapat memicu kecelakaan serius.

Tidak hanya membahas aktivitas di luar rumah, tim PLN juga mengingatkan siswa mengenai potensi bahaya listrik di lingkungan rumah tangga.

Anak-anak diajarkan untuk tidak menyentuh stop kontak saat tangan basah serta menghindari penggunaan colokan listrik secara berlebihan yang dapat menyebabkan korsleting dan memicu kebakaran.

Selain itu, siswa juga mendapatkan pengetahuan praktis mengenai langkah yang harus dilakukan apabila menemukan kabel listrik putus di jalan.

Mereka diminta untuk segera menjauh dari lokasi dan melaporkan temuan tersebut kepada orang dewasa agar diteruskan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

Team Leader K3L & KAM PLN Pusmanpro UPMK V, Riska Ganda Putra, mengatakan bahwa pendidikan keselamatan akan lebih efektif jika ditanamkan sejak usia dini.

Menurutnya, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga perlu dibekali pemahaman mengenai berbagai risiko yang ada di sekitar mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title