Dari Limbah Sampah Jadi Lahan Rezeki: Potret Nyata Kemandirian Ekonomi Desa Sumberejo Berkat PLN
- Istimewa
Siap – Matahari baru saja mengintip di ufuk timur. Namun, denyut kehidupan di Desa Sumberejo, Ngablak, Magelang, Jawa Tengah, sudah berdetak kencang.
Semburat pagi disambut dengan geliat kesibukan yang menggembirakan.
Tangan-tangan terampil ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) tampak cekatan menyortir, menimbang, dan mengemas aneka sayuran segar.
Bukan sekadar kegiatan rutin, pemandangan ini adalah simbol lahirnya kemandirian ekonomi yang membuat desa bernapas lega.
Transformasi ini bermula dari langkah kecil yang diinisiasi lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (PUSMANPRO).
Lewat pendampingan intensif, BUMN kelistrikan itu tidak sekadar memberi bantuan fisik, tetapi ikut merajut masa depan.
Dari Dapur Rumah ke Lini Produksi Ekonomi
Kini, para ibu di KWT Desa Sumberejo tak hanya pandai mengurus dapur.
Mereka menjelma menjadi garda terdepan ekonomi keluarga.
Setiap hari, kemampuan mereka sungguh di luar dugaan: mampu memproduksi dan mengemas hingga 50 kilogram bahan sayur berkualitas.
Bayangkan, sebanyak 50 kg sayur segar setiap hari!
Hasil panen yang telah dikemas rapi ini langsung didistribusikan untuk memenuhi permintaan di 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebuah loncatan ekonomi yang mengubah kehidupan.
“Alhamdulillah, sejak ada pelatihan dan pendampingan, kami jadi tahu cara mengemas sayur yang disukai pasar. Sekarang tiap hari ada saja pemasukan buat tambah-tambah uang belanja dan sekolah anak,” ujar Dhani, salah satu anggota KWT, dengan raut wajah penuh kebanggaan seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Ahad, 17 Mei 2026.
Ekonomi Sirkular Ala Desa Sumberejo
Tapi, cerita manis ini bukan hanya milik kaum ibu.
Para bapak yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktani) juga menuai berkah.
Dulu, sisa-sisa panen seringkali hanya menumpuk menjadi gunungan sampah yang mengganggu pemandangan dan kesehatan.
Kini, ceritanya 180 derajat berbeda.
Lewat pelatihan pengolahan limbah sampah dari program TJSL PLN, para petani belajar sulap sampah organik sisa panen menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi.
Pupuk buatan sendiri ini kemudian dimanfaatkan sebagai booster alami untuk tanaman mereka.