Common Ground Fight: Saat Fighter dari Jalanan hingga Suporter Disatukan dalam Satu Arena
- Istimewa
Siap – Gelaran combat sport berbasis komunitas kini hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih inklusif.
Lewat kolaborasi lintas komunitas, Common Ground Fight muncul sebagai ruang baru yang tidak hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga menyatukan berbagai latar belakang dalam satu arena.
Berawal dari kegiatan Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club, event ini berkembang menjadi sebuah platform yang lebih besar.
Dengan menggandeng berbagai komunitas kreatif, kegiatan tersebut menawarkan pengalaman yang tidak sekadar kompetisi, tetapi juga perayaan ekspresi, solidaritas, dan energi kolektif.
Di tengah meningkatnya popularitas combat sport di Indonesia, kehadiran platform seperti ini menjadi angin segar.
Ia membuka ruang bagi siapa saja untuk terlibat tanpa sekat identitas.
Founder Common Ground Fight, Valdi, menjelaskan bahwa kegiatan ini pada awalnya merupakan bagian dari event komunitas yang lebih kecil.
Namun, seiring berkembangnya kolaborasi, konsepnya pun berevolusi menjadi sebuah gerakan yang lebih luas.
“Kegiatan ini Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club sebenernya. Cuma, karena kami ada kolaborasi event Combat Sport namanya Common Ground Fight. Event ini kolaborasi dengan Gassskiw, Rumah Bergerak, dan Hantam Keras, kami bikin Common Ground Fight,” ujar Valdi kepada wartawan di Kemang, Jakarta, 18 April 2026.
Dari sinilah lahir sebuah platform combat sport berbasis komunitas yang unik.
Common Ground Fight tidak hanya mempertemukan para fighter, tetapi juga menyatukan berbagai latar belakang, mulai dari komunitas motor, suporter, street culture, hingga individu independen.
Konsep ini menjadi pembeda utama dibandingkan event serupa lainnya.
Alih-alih fokus pada kompetisi semata, Common Ground Fight justru mengedepankan nilai kesetaraan dan inklusivitas.
“Common Ground Fight adalah platform combat sport berbasis komunitas yang menyatukan fighter dari berbagai latar belakang berbeda: motor, suporter, street culture, dan independent dalam satu arena,” lanjutnya.
Combat sport komunitas tanpa sekat
- Istimewa
Kolaborasi ini melibatkan tiga entitas kreatif dengan latar belakang berbeda, yakni Gasskiw, Hantam Keras, dan Rumah Bergerak.
Ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda dalam membangun komunitas, namun dipertemukan dalam satu visi yang sama.