DCI Indonesia Resmikan Data Center E2 Surabaya, Dorong Infrastruktur Digital Indonesia Timur
- Istimewa
Siap – PT DCI Indonesia Tbk resmi mengoperasikan fasilitas pusat data terbarunya, E2 Data Center Surabaya, dengan kapasitas IT mencapai 9 megawatt (MW).
Langkah ini menjadi sinyal kuat ekspansi infrastruktur digital ke luar Jakarta, sekaligus menjawab kebutuhan yang terus melonjak di era komputasi awan (cloud) dan kecerdasan buatan (AI).
Peresmian ini tidak hanya menandai penambahan kapasitas, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan infrastruktur pusat data nasional yang selama ini masih terpusat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Dengan beroperasinya E2 Surabaya, jaringan pusat data milik PT DCI Indonesia Tbk kini semakin luas, mencakup Jakarta, Cibitung, Karawang, hingga Surabaya.
Kehadiran fasilitas ini mempertegas langkah strategis perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Acara peresmian turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama sejumlah pemimpin industri dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor.
Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya peran infrastruktur digital dalam mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kebutuhan akan pemrosesan dan penyimpanan data terus meningkat.
Layanan cloud, komputasi skala besar, hingga adopsi AI mendorong permintaan terhadap pusat data berkapasitas tinggi dengan tingkat keandalan maksimal.
Surabaya dipilih sebagai lokasi pembangunan E2 bukan tanpa alasan.
Kota ini memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan dan konektivitas di Indonesia bagian timur.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi digital di wilayah ini juga menunjukkan tren yang semakin positif dalam beberapa tahun terakhir.
DCI Indonesia menghadirkan layanan pusat data dengan standar global, termasuk tingkat keandalan tinggi melalui Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,999 persen.
Artinya, potensi downtime maksimal hanya sekitar lima menit dalam setahun.
Selama lebih dari satu dekade beroperasi, perusahaan juga mengklaim telah menjaga rekam jejak tanpa downtime sejak awal operasionalnya.
Kehadiran E2 Surabaya juga memberikan manfaat strategis dalam aspek distribusi infrastruktur nasional.
Dengan adanya fasilitas di luar Jakarta, risiko operasional dapat diminimalkan melalui pendekatan diversifikasi geografis atau geo-resilience.
Selain itu, distribusi lalu lintas data menjadi lebih efisien dengan latensi rendah, terutama untuk pengguna di Jawa Timur dan kawasan timur Indonesia.