Tes Genomik Makin Diminati, Era Personalized Medicine Ubah Cara Cek Kesehatan

Tren tes genomik dan personalized medicine
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Tes genomik kini makin diminati masyarakat. Cara orang memandang pemeriksaan kesehatan mulai berubah. Tidak lagi menunggu sakit, banyak yang ingin mengetahui risiko penyakit sejak dini.

img_title PDS PatKLIn Makassar & DIRUI Hadirkan Inovasi Diagnostik Canggih demi Layanan Kesehatan

Inilah wajah baru era personalized medicine. Pendekatan ini menyesuaikan pencegahan dan terapi berdasarkan profil biologis setiap individu.

Perubahan tersebut menjadi sorotan dalam sesi Healthy Talk pada perayaan Imlek yang digelar Laboratorium CITO di Grand Mercure Surabaya, Kamis malam (19/2/2026).

img_title PGI Depok Bidik Rekor MURI, Puluhan Ribu Pelajar Bakal Jalani Pemeriksaan Mata

Forum ini menegaskan satu hal. Tes genomik bukan lagi teknologi masa depan. Ia mulai menjadi bagian dari strategi kesehatan modern.

Dokter spesialis forensik Jefman Efendi Marzuki HY menjelaskan bahwa pemeriksaan genomik kini semakin relevan.

img_title Makin Panas! Ruben Onsu dan Sarwendah Saling Sindir dan Buka Bukaan Aib, Rekaman CCTV Bocor, Chat WA Viral?

“Dengan pemeriksaan genomik, seseorang dapat mengetahui kecenderungan risiko penyakit seperti kanker, penyakit jantung, hingga gangguan metabolik. Ini membuka peluang intervensi dini yang jauh lebih efektif,” jelasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pergeseran paradigma. Dunia medis perlahan meninggalkan pola kuratif. Fokus bergeser ke pencegahan berbasis data genetik.

Masyarakat mulai sadar bahwa risiko penyakit bisa dipetakan lebih awal. Dari situ, langkah pencegahan dapat dirancang lebih terarah.

Dari Kuratif ke Preventif, Mengapa Tes Genomik Kian Relevan

Perkembangan teknologi membuat tes genetik semakin mudah diakses. Biaya pemeriksaan lebih kompetitif dibanding beberapa tahun lalu. Prosesnya juga lebih cepat.

Hal ini mendorong peningkatan minat. Terutama di kalangan masyarakat urban yang semakin peduli gaya hidup sehat.

Personalized medicine bekerja dengan prinsip sederhana. Setiap orang memiliki variasi genetik unik. Variasi ini memengaruhi respons terhadap penyakit dan pengobatan.

Dengan memahami profil genetik, dokter dapat menyarankan skrining lebih awal. Misalnya untuk kanker tertentu atau risiko penyakit kardiovaskular.

Pendekatan ini juga membantu menentukan strategi diet, aktivitas fisik, hingga pemantauan kesehatan jangka panjang.

Menurut Jefman, pendekatan kesehatan modern kini beralih dari kuratif menjadi preventif. Artinya, masyarakat tidak lagi menunggu gejala muncul.

Sebaliknya, mereka memanfaatkan teknologi untuk menjaga kesehatan sejak awal.

Perubahan pola pikir ini penting. Beban penyakit tidak menular terus meningkat. Intervensi dini menjadi kunci menekan risiko komplikasi.

Halaman Selanjutnya
img_title