Ketika 500 Siswa Tunas Global Unjuk Gigi di Pentas Drama Musikal
- Istimewa
Siap – Sekolah Nasional Plus Tunas Global, Depok kembali menggelar pementasan drama musikal pada Rabu, 26 November 2025.
Pementasan kali ini dikatagorikan kegiatan kolosal karena diikuti oleh seluruh siswa KBTK, SD dan SMP yang berjumlah lebih dari 500 anak.
Menurut Ketua Panitia Pergelaran, Kadek Budhi Aryawan, ini adalah kegiatan yang cukup rumit dan sulit dilaksanakan, karena membutuhkan begitu banyak persiapan dan usaha sekolah.
Sebab, selain dinahkodai sutradara professional dan naskah yang kuat, kepanitian dan tim produksi umumnya ditangani oleh guru dan seluruh civitas sekolah lainnya.
"Bagi Sekolah Tunas Global mengedepankan kebutuhan siswa adalah bagian penting dari layanan pendidikan," katanya dikutip pada Jumat, 28 November 2025.
Kadek Budhi menjelaskan, drama kolosal ini menceritakan tentang rasa ingin tahu seorang siswa Tunas Global yang kemudian mengantarkan pada sebuah pertanyaan, dimanakah tempat terindah di dunia?
"Nah sang ayah dan bunda yang bijaksana membebaskan anandanya untuk mencari tahu sendiri dengan berpetualang keliling dunia mencari jawabannya."
Siswa pemeberani inipun menggalang perjalanan keseantero negeri, bahkan sampai ke manca negara.
"Bukankah pengetahuan terbaik adalah yang didapat lewat pengalaman langsung? Begitu kurang lebih logika berpikir ayah dan bundanya," ujar Kadek.
Aksi menggemaskan siswa Tunas Global di acara drama musikal
- Istimewa
Adapun akhir dari kisah ini adalah didapatnya kesadaran, bahwa meski setiap tempat memiliki keunikan dan keindahannya sendiri namun tempat terindah bagi setiap anak adalah keluarga.
"Sekolah adalah keluarga kedua setelah rumah.Kisah ini juga direpresentasikan dalam theme song pergelaran, yaitu lagu tempat terindah sedunia karya Eppi S Rachman yang tak lain adalah pembina yayasan Mandiri Tunas Global," bebernya.
Kadek menyebut, dalam pendidikan, untuk mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang adaptif dan terampil mengarungi Abad 21 dibutuhkan kemampuan akademis yang mumpuni.
Sebagaimana umumnya diupayakan melalui pembelajaran di dalam kelas, namun bersamaan dengan itu ada prasyarat fundamental berupa keterampilan Abad 21.
Hal itu meliputi nilai dan sikap-sikap unggul yang dibutuhkan dalam mewujudkan individu yang produktif, juga efektif menjalankann peran hidupnya di abad ini.
"Inilah alasan Sekolah Nasional Plus Tunas Global menyelenggarakan pagelaran kolosal bagi siswanya. Sebuah cara dan upaya mendidik diluar kelas, lintas usia, berkesadaran dan penuh kegembiraan, benih dari tumbuhnya keterampilan Abad 21."