Trump Tebar Ancaman Perang Kilat Tiga Hari, Begini Respon Keras Iran

Presiden AS Donald Trump terkait perang Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat dilaporkan telah menyiapkan rencana serangan militer intensif selama 3 hari terhadap Republik Islam Iran.

img_title Trump Disorot dari Dua Arah, Obama Angkat Isu Iran dan Pertarungan Politik AS

Ancaman ini mencuat di tengah ketegangan kedua negara.

Namun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, Washington tidak akan menyerang Teheran sebelum pemilihan paru waktu pada 3 November mendatang.

img_title Obama Dukung Politikus Muslim di Pemilu AS, Perang Iran Bikin Peta Politik Gedung Putih Berantakan

Dilansir dari kanal YouTube tv One, The New York Times melaporkan pada Kamis, 8 Oktober 2026 bahwa militer Amerika Serikat telah menyusun sejumlah opsi serangan terhadap persenjataan rudal dan drone Iran.

Selain itu Pentagon juga mengincar fasilitas energi, serta sejumlah target militer lainnya. Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat. 

img_title Iran Patahkan Harapan Perubahan lewat Pemilu Israel, Ini Alasannya

Para pejabat senior keamanan nasional yang dipimpin Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vans juga membahas rencana tersebut dalam pertemuan di Camp David pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurut sejumlah pihak yang mengetahui pembahasan itu, opsi yang disiapkan berfokus pada operasi militer AS selama sekira 3 hari. 

Serangan tersebut diperkirakan akan menyasar persenjataan rudal dan drone yang sebagian besar telah dibangun kembali oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC selama fase awal perang.

Selain persenjataan, AS juga mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas energi, pos komando, dan markas besar IRGC. 

Secara terpisah, Axios melaporkan Pentagon telah memerintahkan Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom eberapa hari sebelumnya untuk merampungkan persiapan jika Washington memutuskan melanjutkan operasi tempur besar-besaran terhadap Teheran. 

Namun perintah tersebut tidak menetapkan tanggal serangan. Trump juga belum mengambil keputusan akhir terkait kemungkinan dimulainya kembali operasi militer tersebut.

Axios melaporkan, jika operasi dilanjutkan, serangan diperkirakan mencakup pemboman berskala besar terhadap fasilitas energi, infrastruktur, dan target nuklir Republik Islam. 

Persiapan militer itu muncul setelah Trump mengatakan pada Kamis, 8 Oktober bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Teheran sebelum pemilihan Paruh waktu pada 3 November, ia juga menyinggung upaya diplomatik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Siapkan Kejutan 

Diberitakan sebelumnya, Republik Islam memperingatkan, bahwa setiap serangan yang dilakukan Amerika Serikat maupun Israel akan dibalas dengan lebih mengerikan. 

Halaman Selanjutnya
img_title