Jelang Final, Timnas Indonesia Diminta Tak Terpengaruh Drama di Luar Lapangan
- Instagram/Timnas Indonesia
Siap – Protes Malaysia terkait pertandingan Timnas Indonesia melawan Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat tanggapan dari mantan Direktur Teknik Timnas Indonesia, Indra Sjafri.
Ia menilai setiap federasi memiliki hak untuk menyampaikan keberatan jika merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dalam sebuah pertandingan.
Persoalan tersebut muncul setelah Malaysia mempersoalkan perubahan durasi waktu tambahan pada pertandingan Indonesia kontra Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis, 1 Oktober 2026.
Federasi sepak bola Malaysia atau FAM kemudian dilaporkan mengajukan aduan kepada FIFA untuk meminta klarifikasi mengenai keputusan wasit dalam pertandingan tersebut.
Kontroversi berawal ketika wasit keempat menyampaikan tambahan waktu selama dua menit saat pertandingan memasuki masa injury time.
Namun, beberapa saat kemudian, durasi tambahan waktu berubah menjadi tujuh menit.
Situasi tersebut menjadi sorotan karena Indonesia berhasil mencetak dua gol tambahan dalam masa injury time.
Garuda akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh.
Di pertandingan lainnya, Malaysia berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 6-0.
Hasil tersebut membuat Malaysia dan Indonesia sama-sama mengoleksi tujuh poin serta memiliki selisih gol +9.
Namun, Indonesia berhak menempati posisi teratas Grup A karena unggul dalam produktivitas gol.
Dengan hasil tersebut, Garuda melaju ke final untuk menghadapi Thailand, sedangkan Malaysia harus memperebutkan posisi ketiga melawan Vietnam.
Isu mengenai tambahan waktu pertandingan Indonesia vs Bangladesh kemudian terus menjadi pembahasan.
Malaysia mempertanyakan perubahan keputusan tersebut karena tambahan waktu tujuh menit memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk mencetak dua gol yang kemudian berpengaruh terhadap persaingan klasemen.
Indra Sjafri menilai langkah Malaysia untuk mengajukan keberatan merupakan hak federasi.
Ia mengatakan situasi serupa juga pernah dialami Indonesia ketika federasi sepak bola Tanah Air menyampaikan protes terhadap suatu pertandingan.
"Iya saya pernah, atau federasi kita juga pernah merasakan hal yang sama ya. Ini saya pikir hak semua federasi kalau mereka enggak puas atas apa yang terjadi dalam suatu pertandingan," katanya.
Meski demikian, Indra menilai protes tersebut tidak akan mengubah hasil pertandingan maupun posisi Indonesia yang telah memastikan tiket ke final.