Trump Keluarkan Ancaman Keras, Iran Beri Respons Tak Terduga
- Gemini AI
Siap – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Republik Islam Iran dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia pada Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dari podium PBB, Trump menyampaikan sejumlah pernyataan keras terkait hubungan Washington dan Teheran.
Ia bahkan membuka kemungkinan mengambil langkah yang lebih ekstrem apabila Iran tidak memenuhi tuntutan yang disampaikan Amerika Serikat.
"Akankah ada kesepakatan dengan Iran yang membuat mereka menjadi negara yang lebih hebat dari sebelumnya, atau haruskah saya mengakhiri Republik Islam itu, dan melakukannya dengan cepat tanpa memberi mereka kesempatan untuk membunuh serta menghancurkan orang-orang dan negara lain lagi?" tanya Trump kepada delegasi yang hadir di sidang ke-81 itu pada Selasa, 22 September 2026.
"Atau haruskah saya mencampakkan mereka ke neraka tanpa peluang untuk selamat dan tanpa harapan akan kejayaan atau generasi masa depan?," katanya lagi.
Trump kemudian menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran tetap dapat tercapai setelah pemilihan umum Amerika Serikat.
"Namun, saya yakin kita akan mencapai kesepakatan tepat setelah pemilihan umum," tambahnya lagi menyebut pemilu sela AS di bulan November.
Pernyataan tersebut mendapat respons langsung dari delegasi Iran yang berada di ruang sidang.
Ketika Trump mulai membahas konflik dengan Teheran, sebagian besar delegasi Republik Islam memilih meninggalkan ruangan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menjadi salah satu pejabat senior dalam delegasi tersebut turut melakukan walkout.
Anggota delegasi lainnya kemudian mengikuti langkah tersebut sehingga mereka tidak menyaksikan keseluruhan pidato Trump.
Seorang diplomat Iran dengan jabatan lebih rendah dilaporkan tetap berada di ruang sidang.
Diplomat tersebut menyaksikan pidato Trump hingga selesai ketika sebagian besar anggota delegasi Iran telah meninggalkan tempat.
Di tengah pertukaran pernyataan keras tersebut, komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran masih berlangsung.
Pertemuan antara utusan Amerika Serikat dan delegasi Iran dilaporkan berlangsung sekitar tiga jam di sela-sela agenda Sidang Umum PBB.
Trump kemudian memberikan pernyataan lain mengenai komunikasi tersebut.