Konflik Iran-AS Merembet, Houthi dan Saudi Masuk Pusaran

Potret ilustrasi konflik Iran-AS merembet ke Houthi dan Saudi.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Ketegangan di kawasan Teluk kembali menjadi perhatian setelah konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) mulai dikaitkan dengan dinamika antara Houthi dan Arab Saudi. 

img_title Iran Ungkap Alasan Sulit Percaya AS, Perundingan Kembali Jadi Sorotan

Perkembangan di Yaman membuat posisi sejumlah negara di kawasan semakin rumit, terutama karena adanya jalur strategis yang berperan penting dalam perdagangan dan distribusi energi dunia.

Uni Emirat Arab (UEA) juga disebut ikut terseret dalam dinamika konflik di Yaman.

img_title Menhan Iran Siapkan Perang Jilid 4, IRGC Ancam Bumi Hanguskan Israel

Sementara itu, kelompok Houthi dilaporkan terus memberikan perlawanan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut, termasuk dengan meningkatkan aktivitasnya di sekitar wilayah strategis Bab al-Mandab.

Mantan Duta Besar RI untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai posisi Houthi di kawasan Bab al-Mandab menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan hubungan kelompok tersebut dengan Arab Saudi.

img_title Akui Ada Kesalahan Besar, Wakil Presiden AS Blak-blakan soal Perang Iran

Menurut Dian, Arab Saudi dapat menghadapi tekanan apabila terus meningkatkan keterlibatannya dalam konflik Yaman.

Di sisi lain, Houthi disebut memperoleh dukungan dari Iran dalam berbagai bentuk, mulai dari tenaga, pendanaan hingga teknologi.

Perhatian terhadap Bab al-Mandab semakin besar karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur penting bagi aktivitas pelayaran dan distribusi energi.

Pengaruh Houthi di kawasan tersebut dinilai dapat menjadi faktor strategis dalam dinamika konflik di Timur Tengah.

"Ini penting. Coba dilihat kenapa muncul eskalasi ini? Arab Saudi sudah tidak mau pangkalannya dipakai Amerika. Makanya lihat negara yang mendukung sekarang, tadi saya sebut Bahrain, Kuwait dan satu lagi apa? Tapi bukan negara Arab. Kenapa? Saudi sudah mengalami kalau semakin membantu (AS) dia susah," katanya dikutip dari kanal YouTube tv One pada Minggu, 20 September 2026.

Dian kemudian menyoroti posisi jalur keluar minyak Arab Saudi yang menurutnya berkaitan erat dengan dua kawasan strategis, yakni Selat Hormuz dan Bab al-Mandab.

"Buktinya apa? Minyak dari Saudi hanya bisa keluar lewat Hormuz yang utama dan Bab al Mandab. Yang menguasai cuman Houthi. Arab Saudi selama ini sudah ikut cawe-cawe di konflik-konflik internalnya Yaman," sambung dia.

Menurut Dian, kemampuan Houthi dalam menghadapi konflik bersenjata juga tidak dapat dipandang sebelah mata.

Halaman Selanjutnya
img_title