Operasi Rahasia AS di Iran Jadi Polemik, Teheran Ungkap Versi Berbeda

Potret ilustrasi konflik militer Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, melontarkan kritik terhadap laporan media Amerika Serikat (AS) mengenai operasi penyelamatan seorang pilot Amerika yang pesawatnya ditembak jatuh di wilayah Iran.

img_title Iran Ungkap Alasan Sulit Percaya AS, Perundingan Kembali Jadi Sorotan

Mohebbi menyebut pemberitaan tersebut sebagai narasi bergaya Hollywood yang dinilai sengaja dibangun untuk menggambarkan operasi penyelamatan secara dramatis.

Menurut dia, narasi semacam itu tidak akan mengubah fakta yang terjadi di medan perang.

img_title Menhan Iran Siapkan Perang Jilid 4, IRGC Ancam Bumi Hanguskan Israel

Dikutip dari Tasnim News, Mohebbi mengatakan Amerika Serikat memiliki kebiasaan menggunakan cerita bergaya sinematik untuk menutupi apa yang disebutnya sebagai kekalahan di lapangan.

"Amerika memiliki kebiasaan menyajikan narasi ala Hollywood," kata Mohebbi menanggapi laporan yang disebarluaskan media AS mengenai penyelamatan salah satu pilot Amerika di Iran.

img_title Akui Ada Kesalahan Besar, Wakil Presiden AS Blak-blakan soal Perang Iran

"Sejak awal perang, Presiden AS (Donald Trump) telah berulang kali menang dalam imajinasinya dan di media sosial, serta mengalahkan Iran," sambung dia.

"Untuk menutupi kekalahan mereka, pihak Amerika merangkai potongan-potongan film yang terkait dengan wilayah dan peristiwa lain demi menciptakan adegan-adegan semacam itu," timpalnya lagi.

Mohebbi kemudian menyinggung munculnya sejumlah gambar yang memperlihatkan puing-puing jet tempur F-15.

Menurut dia, gambar tersebut beredar bersamaan dengan laporan mengenai operasi penyelamatan pilot Amerika.

Ia menyebut pesawat tersebut menjadi sasaran pada periode yang sama.

Puing-puingnya, lanjut Mohebbi, kemudian dikumpulkan dan diangkut menggunakan gerobak dorong.

"AS harus tahu bahwa upaya membangun narasi seperti itu sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat mengubah kenyataan di medan perang," tegasnya.

Komentar tersebut muncul setelah media AS menayangkan laporan mengenai operasi penyelamatan seorang penerbang Amerika yang disebut berada di wilayah Iran setelah pesawatnya ditembak jatuh pada April 2026.

Pilot tersebut diperkenalkan menggunakan kode panggilan "Bravo" dalam wawancara program CBS "60 Minutes".

Tayangan itu menggambarkan operasi penyelamatan sebagai sebuah misi berbahaya yang membutuhkan perencanaan dan pengerahan sejumlah personel militer.

Pemberitaan tersebut menampilkan proses evakuasi pilot setelah pesawat tempur yang ditumpanginya jatuh di wilayah Iran.

Namun, versi tersebut kemudian mendapat bantahan dari pihak Iran melalui pernyataan Mohebbi.

Halaman Selanjutnya
img_title