Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?
- Gemini AI
Siap – Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Mohammad Eslami batal menghadiri Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, setelah perjalanan menuju forum tersebut disebut terganjal tekanan dari Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Iran menyatakan Eslami semestinya menghadiri konferensi tahunan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu yang dimulai pada Senin, 14 September 2026 waktu setempat.
Media pemerintah Iran melaporkan, Eslami bersama delegasinya telah berangkat menuju Wina pada Sabtu, 12 September 2026, menggunakan penerbangan reguler.
Namun, perjalanan mereka disebut mengalami hambatan yang dikaitkan dengan AS.
"Mohammad Eslami dan delegasinya terbang ke Wina menggunakan penerbangan reguler pada Sabtu (12/9), namun terhambat di tengah perjalanan akibat gangguan dari Amerika Serikat," demikian laporan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya.
Eslami kemudian kembali ke Teheran setelah gagal menghadiri konferensi tersebut.
Pemerintah Iran menyebut Eslami dicegah untuk menghadiri pertemuan tahunan IAEA.
Situasi tersebut menjadi sorotan karena Eslami merupakan salah satu pejabat paling senior Iran yang menangani program nuklir negara tersebut.
Eslami diketahui menjabat sebagai Wakil Presiden Iran untuk urusan nuklir sekaligus Kepala Organisasi Energi Atom Iran.
Ia juga dijadwalkan menyampaikan pidato dalam konferensi IAEA yang berlangsung di Wina.
Sumber pejabat Iran mengatakan Eslami dikenai larangan melakukan perjalanan internasional.
Akibatnya, ia tidak dapat melanjutkan perjalanan ke Austria dan memilih kembali ke Teheran.
Ketidakhadiran Eslami juga menjadi peristiwa penting bagi Iran.
Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Teheran tidak menghadirkan kepala badan nuklirnya dalam Konferensi Umum IAEA.
Situasi tersebut terjadi ketika hubungan Iran dan AS kembali berada dalam kondisi tegang akibat konflik bersenjata yang tengah berlangsung antara kedua negara.
Laporan berbeda datang dari Bloomberg yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Pejabat tersebut mengatakan kegagalan Eslami menghadiri konferensi IAEA berkaitan dengan tekanan dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Menurut sumber tersebut, otoritas Austria menolak memberikan izin masuk kepada Eslami.
Keputusan itu disebut diambil setelah Washington menekan agar tidak diberikan pengecualian terhadap sanksi yang dikenakan kepada pejabat Iran tersebut.