Performa Como 1907 Makin Gila, Panggung Italia dan Eropa Jadi Saksi
- Instagram/comofootball
Siap – Como 1907 tengah berada dalam momentum terbaik setelah mencatat kemenangan besar pada debutnya di Liga Champions.
Namun, pasukan Cesc Fabregas tidak punya banyak waktu untuk menikmati euforia karena Parma sudah menanti di lanjutan Serie A.
Klub milik Hartono bersaudara melalui Djarum tersebut akan menghadapi Parma di Stadion Giuseppe Sinigaglia Djarum pada Senin, 14 September 2026.
Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi Como untuk melanjutkan tren positif sekaligus membuka peluang merebut posisi teratas klasemen.
Dilansir Soccer Talk9, Como datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah secara mengejutkan menghancurkan RB Leipzig dengan skor 4-1 di Liga Champions.
Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang catatan impresif Lariani yang belum terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir.
Meski kemenangan atas Leipzig menjadi salah satu hasil terbesar Como dalam perjalanan mereka, Cesc Fabregas meminta anak asuhnya segera mengalihkan fokus.
Pertandingan melawan Parma dinilai sama pentingnya karena hasil maksimal bisa membawa Como semakin dekat dengan puncak klasemen Serie A.
Como juga mendapatkan keuntungan berupa kembalinya mereka ke Stadion Giuseppe Sinigaglia Djarum untuk pertandingan kompetitif.
Sebelumnya, tiga pertandingan awal Serie A harus dimainkan sebagai laga tandang karena stadion menjalani peningkatan fasilitas agar memenuhi regulasi UEFA.
Kembalinya Como ke hadapan pendukung sendiri kemudian langsung dihiasi penampilan impresif.
Mereka menunjukkan permainan agresif ketika menghadapi Leipzig dan berhasil mencetak empat gol.
Di bawah arahan Fabregas, Como mulai menunjukkan karakter sebagai tim yang tidak gentar menghadapi lawan dengan reputasi lebih besar.
Pada awal musim Serie A, mereka bermain imbang melawan Udinese sebelum meraih kemenangan atas Napoli dan Genoa secara beruntun.
Dalam empat pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, Como mencatat tiga kemenangan dan satu hasil imbang.
Rentetan tersebut membuat Lariani memiliki modal kuat untuk menghadapi Parma.
Namun, jadwal padat juga menjadi ujian. Como harus menjalani dua pertandingan dalam satu pekan sehingga pengelolaan stamina dan rotasi pemain menjadi faktor penting.
Fabregas perlu memastikan intensitas permainan tetap terjaga tanpa membuat pemain utama mengalami kelelahan berlebihan setelah pertandingan Liga Champions.