Iran Hancurkan Markas AS, Perang Makin Memanas

Ilustrasi perang Iran.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut serangan balasan negaranya telah menghantam salah satu fasilitas militer paling penting milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

img_title Pejabat Militer Amerika Akui Iran Hancurkan Markas Armada ke-5 AS di Bahrain

Araqchi mengatakan Angkatan Bersenjata Iran berhasil menghancurkan markas Armada ke-5 Amerika Serikat yang berada di Bahrain.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap pengakuan pejabat Amerika mengenai kerusakan sejumlah fasilitas militer AS akibat perang dengan Iran.

img_title Perang Iran-AS Merembet ke Energi, Teheran Siapkan Balasan Lebih Keras

Dilansir dari Tasnim News, Araqchi menyampaikan pernyataan tersebut melalui akun X miliknya pada Jumat, 11 September 2026.

Pernyataan itu ditujukan untuk merespons komentar Penjabat Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat Hung Cao mengenai kondisi sejumlah pangkalan strategis AS di Timur Tengah setelah mengalami dampak perang.

img_title Basis Militer AS Diserang Iran, Konflik Kini Menyentuh Jantung Operasi Udara

"Kami menghargai keterbukaan Penjabat Menteri Angkatan Laut Hung Cao. Angkatan Bersenjata kami yang tangguh memang benar-benar menghancurkan leburkan markas Armada ke-5 di Bahrain, serta pangkalan-pangkalan lain yang mendukung agresi AS," tulis Araqchi.

"Rakyat Amerika layak mendapatkan yang lebih baik daripada harus menanggung biaya perang Israel," tambahnya.

Dalam unggahan tersebut, Araqchi juga menyertakan sebuah foto yang menampilkan judul berita mengenai evaluasi masa depan pangkalan penting Amerika di Timur Tengah setelah mengalami kerusakan akibat perang dengan Iran.

Judul yang terlihat dalam gambar tersebut berbunyi:

"EKSKLUSIF — Angkatan Laut Mengevaluasi Masa Depan Pangkalan Penting di Timur Tengah Pasca-Kerusakan Akibat Perang dengan Iran: Pernyataan Penjabat Menteri."

Klaim Araqchi mengenai markas Armada ke-5 muncul ketika sejumlah fasilitas militer Amerika di kawasan tersebut memang tengah menjadi sasaran dalam rangkaian serangan Iran.

Sebelumnya, fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania juga dilaporkan menjadi sasaran serangan rudal Iran.

Dilansir dari kanal YouTube tvOne, CBS News melaporkan sejumlah pesawat militer Amerika mengalami kerusakan setelah serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti. 

Serangan tersebut berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu, 9 September 2026.

Mengutip sumber yang mengetahui kondisi di dalam pangkalan, CBS News menyebut sekitar delapan jet tempur F-15 mengalami kerusakan ringan.

Pesawat-pesawat tersebut dilaporkan masih dapat kembali menjalankan operasi setelah mengalami kerusakan.

Halaman Selanjutnya
img_title