Perang Iran-AS Merembet ke Energi, Teheran Siapkan Balasan Lebih Keras
- Gemini AI
Siap – Serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah kembali memperlihatkan bagaimana konflik kedua negara semakin meluas.
Salah satu sasaran yang menjadi sorotan adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania, yang disebut mengalami dampak serangan rudal Iran.
Dilansir dari kanal YouTube tvOne, CBS News melaporkan sejumlah pesawat militer Amerika Serikat mengalami kerusakan setelah serangan rudal Teheran terhadap pangkalan tersebut yang berlangsung sejak Selasa malam hingga Rabu, 9 September 2026.
Menurut sumber yang mengetahui langsung kondisi di pangkalan dan dikutip CBS News, sekitar delapan jet tempur F-15 mengalami kerusakan ringan. Pesawat-pesawat tersebut disebut masih dapat digunakan kembali untuk menjalankan operasi.
Sementara itu, satu pesawat serang A-10 Thunderbolt atau Warthog dilaporkan mengalami kerusakan lebih berat.
Pesawat tersebut disebut terkena serangan hingga kehilangan salah satu bagian sayapnya.
Tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa dari pihak Amerika Serikat akibat serangan tersebut.
Menghadapi serangan Iran, pasukan Amerika Serikat yang berada di Yordania disebut mengoperasikan lebih dari 30 rudal pencegat Patriot.
Sistem pertahanan tersebut digunakan untuk melindungi fasilitas pangkalan sekaligus aset militer Amerika dari serangan rudal.
Serangan Iran berlangsung sehari setelah Washington menyatakan telah menyerang lima kapal tanker minyak milik Iran.
Amerika Serikat menyebut tindakan tersebut sebagai respons terhadap upaya Iran yang dituduh menargetkan kapal perang Angkatan Laut AS di kawasan.
Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC kemudian membenarkan bahwa pasukan kedirgantaraan Iran memang melancarkan serangan terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Yordania.
Serangan tersebut disebut sebagai tindakan balasan atas serangan terhadap kapal tanker Iran.
IRGC mengklaim rudal-rudal yang ditembakkan Iran mengenai hanggar pemeliharaan dan perbaikan serta tempat perlindungan pesawat tempur di Pangkalan Udara Al-Azraq.
Fasilitas tersebut disebut digunakan untuk mendukung pengoperasian sejumlah pesawat tempur Amerika Serikat, termasuk F-35, F-16, dan F-15.
Teheran juga menyatakan serangan tersebut menimbulkan kerusakan serius terhadap sejumlah aset militer Amerika.
Namun, terdapat perbedaan antara klaim Iran dengan informasi yang diperoleh CBS News dari sumber Amerika.