Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

Potret ilustrasi aset energi yang diserang dalam ketegangan konflik Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memasuki babak baru setelah Teheran memperingatkan bahwa fasilitas energi dan kepentingan Washington di kawasan Timur Tengah juga dapat terdampak apabila aset minyak dan gas Iran diserang.

img_title Menhan Iran Siapkan Perang Jilid 4, IRGC Ancam Bumi Hanguskan Israel

Peringatan tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf saat menanggapi ancaman Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Pernyataan itu sekaligus menyoroti potensi kerentanan sektor energi yang menjadi bagian penting dalam konflik kedua negara.

img_title Akui Ada Kesalahan Besar, Wakil Presiden AS Blak-blakan soal Perang Iran

Dikutip dari Tasnim News, Qalibaf menilai rantai produksi minyak dan gas memiliki cakupan luas sehingga berbagai fasilitas di sektor tersebut dapat menjadi titik rentan apabila konflik semakin meluas.

"Sederhana saja, rantai produksi minyak dan gas di sini sangat luas, mudah dijangkau, dan rentan," tulis Qalibaf dilansir pada Selasa, 8 September 2026.

img_title Trump dan Netanyahu Disorot, Iran Peringatkan AS soal Konflik Berikutnya

Ia kemudian memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas energi Iran akan mendapatkan respons yang menyasar kepentingan Amerika di kawasan tersebut.

"Perusahaan minyak dan gas Amerika di perairan dan fasilitas-fasilitas ini juga memiliki kerentanan yang sama. Serang aset kami, maka kalian akan diserang," ancam dia.

Qalibaf juga menyebut Iran telah menunjukkan kemampuan memberikan respons terhadap serangan sebelumnya.

Ia meminta pihak Amerika melihat kondisi sejumlah pangkalan yang menurutnya sudah tidak dapat menjalankan aktivitas seperti sebelumnya.

"Kami sudah membuktikannya. Tanyakan saja pada pangkalan-pangkalan yang kini tidak lagi dapat beroperasi," sambungnya.

Pernyataan Qalibaf muncul setelah Hegseth mengeluarkan ancaman terhadap armada kapal tanker Iran. 

Menteri Pertahanan AS tersebut memperingatkan bahwa Washington dapat menghancurkan atau menenggelamkan kapal tanker minyak Iran apabila kapal-kapal Angkatan Laut Amerika kembali diserang.

Hegseth juga mengklaim kapal tanker milik Iran tidak memiliki sistem pertahanan yang memadai. 

Menurutnya, Amerika memiliki kemampuan untuk menggunakan pesawat, kapal perang, maupun kapal selam dalam melakukan serangan terhadap kapal-kapal tersebut.

Ancaman itu disebut dapat dilakukan di wilayah yang berada dalam cakupan operasi Komando Pusat AS atau US Central Command serta Komando Indo-Pasifik AS atau US Indo-Pacific Command.

Dengan demikian, pertukaran pernyataan antara Washington dan Teheran tidak hanya menyangkut kekuatan militer, tetapi juga mulai mengarah pada infrastruktur energi dan jalur perdagangan minyak.

Halaman Selanjutnya
img_title