Iran Geser Strategi Hadapi AS, Balasan Lebih Berat Mulai Diperingatkan
- Gemini AI
Siap – Iran mulai mempertegas perubahan pola menghadapi Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Teheran kini memberikan sinyal bahwa setiap serangan terhadap kepentingan dan keamanan negaranya akan dibalas dengan respons yang lebih cepat serta lebih keras.
Sikap tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf.
Ia menilai dinamika konflik dengan Washington telah memasuki tahap baru sehingga aturan main yang sebelumnya berlaku tidak lagi sama.
"Mulai sekarang, setiap serangan terhadap kepentingan dan keamanan Iran akan mendapat tanggapan yang lebih cepat, lebih berat, dan lebih menyakitkan," katanya dalam pidato yang dipublikasikan melalui kanal Telegram miliknya, seperti dikutip Reuters, Senin, 7 September 2026.
Pernyataan Qalibaf disampaikan setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan serangan terhadap tiga kapal tanker Iran pada Sabtu.
Washington menyebut tindakan tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang sebelumnya meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal milik Angkatan Laut AS di kawasan Timur Tengah.
Situasi tersebut kemudian memicu ancaman lanjutan dari IRGC.
Pasukan Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap aset militer AS dapat menghadirkan pembalasan yang lebih besar.
Angkatan Laut IRGC juga mengeluarkan peringatan terhadap kapal yang menggunakan jalur perairan tanpa memperoleh izin.
"Jika kalian menembaki dua kapal kami, kami akan membebankan biaya ekonomi yang jauh lebih tinggi, dengan melumpuhkan tiga kapal kalian," tutur Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper.
Selain konfrontasi di laut, eskalasi turut menyentuh kawasan Pulau Kharg yang memiliki posisi penting bagi perekonomian Iran.
Pulau tersebut menjadi salah satu pusat utama pengiriman minyak mentah Iran ke pasar internasional.
Menteri Perminyakan Iran Mohsen Paknejad mengatakan Kharg telah menjadi sasaran serangan sekitar 550 kali dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, ia menyebut kegiatan di kawasan tersebut masih terus berlangsung.
Posisi Kharg menjadi semakin penting karena sebelum konflik terjadi, sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui pulau tersebut.
Karena itu, gangguan terhadap fasilitas dan jalur ekspor di wilayah tersebut berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pendapatan negara.