Selat Hormuz Membara! Kapal Perang AS Dibombardir Iran Auto Kabur?

Potret ilustrasi Kapal Induk AS
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Militer Iran mengklaim serangan rudal balistik berhasil merusak kapal perang AS di Selat Hormuz dan memperingatkan balasan lebih berat jika AS terus melanjutkan aksi militer.

img_title Perang Iran dan Popularitas yang Merosot, Trump Hadapi Ujian Berat

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa dua kapal perang Amerika Serikat terpaksa "kabur dari area pertempuran" setelah mengalami kerusakan.

Pernyataan ini disampaikan oleh pihak IRGC sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency.

img_title Dituding Alami Kesulitan Akibat Sanksi Ekonomi, Iran Sebut Klaim Kebangkrutan sebagai Ilusi

IRGC juga mengklaim Komando Pusat militer Amerika Serikat (CENTCOM) telah mengakui bahwa dua kapal perang Angkatan Laut AS menjadi sasaran serangan.

Pihak militer Iran memandang pengakuan tersebut sebagai konfirmasi resmi atas keberhasilan operasi militer yang mereka jalankan.

img_title Survei Anjlok, Ini 3 Skenario Pahit yang Dialami Trump Jika Kalah Pemilu AS: Taktik Iran Berjalan Mulus

Meski demikian, klaim mengenai tingkat kerusakan kapal perang AS hingga saat ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Pihak AS belum mengonfirmasi secara rinci terkait dampak fatal seperti yang diklaim pihak Teheran.

Di sisi lain, IRGC melayangkan peringatan keras kepada Washington. Mereka menegaskan bahwa setiap aksi militer berkelanjutan dari AS terhadap Iran akan memicu respons balasan yang jauh lebih berat dari angkatan bersenjata Iran.

Sebelum mengklaim serangan terhadap kapal induk, IRGC menyatakan telah menargetkan kapal militer Amerika Serikat yang dikendalikan dari jarak jauh (drone ship).

Kapal tanpa awak milik AS tersebut dituduh berupaya memasuki wilayah strategis Selat Hormuz pada Minggu pagi.

Meskipun begitu, IRGC belum memberikan rincian teknis mengenai operasi penyerangan kapal tanpa awak tersebut.

Jenis senjata yang digunakan hingga detail dampak kehancurannya masih dirahasiakan.

Tidak berhenti di situ, IRGC turut mengonfirmasi telah menargetkan tiga kapal tanker minyak di Selat Hormuz, serta tiga kapal lain yang terhubung dengan kepentingan Amerika Serikat di lokasi berbeda.

Aksi ofensif ini diklaim sebagai tindakan balasan langsung.

Teheran merespons tindakan Washington yang sebelumnya diduga menyerang sejumlah kapal tanker yang terafiliasi dengan Iran di perairan kawasan.