Iran Ungkap Risiko yang Bisa Menghantam Washington, Blokade Ekonomi AS Tak Berpengaruh?
- Gemini AI
Siap – Iran menilai strategi tekanan ekonomi dan pembatasan maritim yang diterapkan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran justru berpotensi menjadi beban besar bagi Washington.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan memperkirakan biaya yang harus ditanggung AS dapat berlipat dibandingkan kerugian yang ingin ditimbulkan terhadap Iran.
Juru bicara IRGC Brigadir Jenderal Hossein Mohibi mengatakan tekanan tersebut tidak otomatis membuat Iran menyerah.
Pernyataan itu disampaikannya kepada kantor berita Mehr dan dikutip Anadolu Agency pada Minggu, 6 September 2026.
“Jika AS ingin menimbulkan kerugian ekonomi sebesar satu dolar terhadap Iran, mereka mungkin harus menanggung biaya dan kerugian beberapa dolar,” ungkap Mohibi kepada kantor berita Mehr seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu, 6 September 2026.
Mohibi menegaskan Iran tidak berniat mundur meski menghadapi sanksi dan tekanan ekonomi dari Washington.
Ia juga menyinggung perhitungan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya disebut meyakini kekuatan militer dapat digunakan untuk memaksa Teheran mengubah sikap.
Menurut Mohibi, kalkulasi tersebut mencakup penggunaan armada laut dan kapal induk Amerika Serikat sebagai instrumen tekanan terhadap Iran.
Namun, pejabat IRGC itu menilai perkembangan konflik justru menunjukkan bahwa pendekatan tersebut tidak menghasilkan tujuan yang diharapkan Washington.
Mohibi kemudian mengaitkan tekanan terhadap Iran dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Ia berpendapat Washington saat ini harus menghadapi persoalan utang yang besar sekaligus persaingan ekonomi dengan China dan sejumlah negara lain.
Situasi tersebut, menurut dia, dapat membuat AS kesulitan mempertahankan tekanan ekonomi dalam jangka panjang.
Mohibi menyebut perang ekonomi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terutama ketika tekanan tersebut berjalan bersamaan dengan operasi militer dan pengerahan kekuatan di kawasan.
Ia juga mengklaim perkembangan konflik telah memberikan tekanan terhadap cadangan strategis Amerika Serikat serta memengaruhi akses terhadap sejumlah bahan baku.
Salah satu komoditas yang disebut adalah aluminium.
Menurut klaim Mohibi, gangguan terhadap produksi dan ekspor aluminium di kawasan turut memberikan dampak terhadap kepentingan ekonomi AS.
Meski demikian, klaim tersebut merupakan penilaian dari pejabat Iran dan tidak secara independen membuktikan besaran kerugian yang harus ditanggung Amerika Serikat.