Dikasih Paham Bos Djarum, UEFA Auto Kapok Tantang Como 1907
- Istimewa
Siap – Publik Eropa benar-benar dibuat takjub dengan kemampun Bos Djarum dalam menyokong Como 1907. Tanpa banyak drama, pengusaha asal Indonesia ini sukses mengantar klub asal Italia itu melesat.
Lantas seperti apa kiprah Hartono bersaudara alias Bos Djarum dalam membangun Como 1907 hingga akhirnya membuat klub tersebut mengusik dominasi Seria A bahkan berani menantang liga elit Eropa?
Dikutip dari kanal YouTube POPULER ZONE, kabar mengejutkan lagi-lagi datang dari Como 1907.
Satu Italia bahkan enggak menyangka pergerakan klub milik konglomerat Indonesia itu bisa melangkah sejauh ini.
Otoritas tertinggi UEFA dan jajaran Bos Serie A dibuat bahkan syok berat menyaksikan kecepatan eksekusi proyek stadion klub berjuluk I Lariani tersebut.
Ketika regulasi ketat Liga Champions sempat mengancam status Como sebagai tim musafir, Grup Djarum langsung membalikkan semua prediksi miring lewat aksi renovasi kilat yang rampung layaknya disulap dalam 'semalam'.
Stadion Giuseppe Sinigaglia yang tadinya dinilai usang, sekarang resmi dapat lampu hijau dari UEFA untuk menggelar laga kandang kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Keberhasilan membangun kembali tribun utama dalam hitungan bulan ini otomatis jadi tamparan keras bagi sistem birokrasi Italia yang terkenal lambat dan berbelit-belit.
Lantas bagaimana taktik jenius manajemen Como hingga bisa membuat UEFA dan bos-bos klub Serie A Italia bertekuk lutut?
Kalau ditanya siapa yang bisa mengubah wajah sepak bola Italia, mungkin Como adalah pilar penggeraknya.
Di saat klub-klub mapan non legendaris di negeri Pizza terjebak dalam pusaran masalah finansial dan proyek infrastruktur yang mandek selama belasan tahun, sebuah klub dari Tepi Danau tiba-tiba datang membawa standar baru.
Como 1907, klub yang disokong penuh oleh kekuatan finansial dan manajerial Grup Djarum di bawah komando keluarga Hartono baru saja meluncurkan tamparan keras sekaligus pembuktian nyata di panggung tertinggi sepak bola Eropa.
Kalau kalian masih ingat, ketika Como 1907 mengamankan tiket bersejarah menuju kompetisi kasta tertinggi, tantangan terbesar mereka bukan terletak pada kesiapan taktik di lapangan.
Hal itu melainkan dokumen verifikasi infrastruktur karena UEFA terkenal sangat kaku dan tidak pandang bulu mengenai standar kelayakan stadion untuk menggelar pertandingan malam Liga Champions.