Meledak Lagi, Iran Hantam Markas AS di 2 Negara, Begini Kronologinya
- Istimewa
Siap – Perang terbuka antara Republik Islam Iran dengan Amerika Serikat kembali berlanjut. Kedua negara ini dilaporkan saling serang menggunakan rudal pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Aksi saling serang ini bermula ketika AS melancarkan agresi militernya terhadap Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC di Pulau Larak kawasan strategis Selat Hormuz.
Serangan ini melukai sejumlah warga sipil dan anggota pasukan elit Iran.
Tak tinggal diam, IRGC langsung membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat, salah satunya di Yordania.
Namun demikian, hingga kini baik Washington maupun Teheran belum mengungkap jumlah korban akibat serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat di Yordania.
Di sisi lain, IRGC mengakui bahwa serangan Amerika Serikat ke Pulau Larak menewaskan dan melukai sejumlah warga Iran, termasuk beberapa anggota pasukan.
Namun, otoritas Teheran belum memberikan rincian mengenai jumlah korban.
Serangan balasan ke Yordania pun menimbulkan pertanyaan baru mengenai arah konflik.
Dikutip dari kanal YouTube tv One, belum diketahui apakah aksi tersebut hanya merupakan respon terbatas terhadap serangan AS di Pulau Larak, atau menjadi awal dari rangkaian serangan baru yang dapat meningkatkan eskalasi di kawasan.
Potret ilustrasi serangan rudal dan drone Iran.
- Gemini AI
Pengamat Timur Tengah dari George Washington University, Sina Azodi menilai Pulau Larak menjadi sasaran karena memiliki posisi strategis dalam pengawasan Selat Hormuz.
Menurutnya, Republik Islam kemungkinan menempatkan sejumlah aset militernya di pulau tersebut untuk memantau pergerakan kapal di salah satu jalur perairan minyak paling penting di dunia.
Ia mengatakan, serangan Amerika Serikat kemungkinan tidak hanya ditujukan untuk menghancurkan kemampuan Teheran menyerang kapal, tetapi juga untuk mengurangi kemampuan dalam mengawasi dan mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Azodi menilai, pemilihan Pulau Larak sebagai target juga sejalan dengan pola operasi militer Amerika Serikat sejak Juli, ketika wilayah pesisir selatan Republik Islam mulai menjadi perhatian utama Washington.
Ia juga menganggap klaim Washington mengenai persiapan Teheran untuk memasang ranjau laut di Selat Hormuz cukup masuk akal.
Menurutnya, Teheran memiliki kepentingan strategis untuk menunjukkan bahwa mereka masih mampu mempertahankan pengaruh dan kendali atas jalur perairan tersebut.