Bekcham Pede Hadapi Dua Tima Raksasa Asia, Ini Alasannya!
- Kolase siap.viva
Siap – Timnas Indonesia dipastikan tergabung di Grup B pada Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Skuat Garuda akan menghadapi dua raksasa Asia, yaitu Arab Saudi dan Irak, yang sama-sama sudah cukup akrab dengan tim asuhan Patrick Kluivert tersebut.
Secara statistik, Irak menjadi lawan yang kerap menyulitkan Indonesia.
Namun, melawan Arab Saudi, Timnas justru menunjukkan progres positif.
Dalam dua pertemuan terakhir, Indonesia sukses menahan imbang di Riyadh dan mencetak kemenangan mengejutkan di Stadion Gelora Bung Karno.
Pemain Persib sekaligus gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra, menilai peluang Garuda tetap terbuka.
Meski undian mempertemukan Indonesia dengan tim-tim raksasa Asia, Etam; sapaan akrabnya menganggap hasil undian bukan akhir segalanya.
"Ya tentunya pastinya berat, laga-laga yang sulit tapi tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola. Kita lawan Arab sebelumnya bisa menahan imbang di Saudi Arabia, menang di GBK, ini modal bagus buat kita," kata Beckham pada Senin (21/7/2025).
Beckham menekankan pentingnya menjaga mental dan semangat juang.
Modal hasil positif di pertemuan sebelumnya melawan Arab Saudi menjadi suntikan kepercayaan diri.
Menurutnya, dengan persiapan matang, Garuda bisa kembali tampil mengejutkan.
"Meskipun kita lawan Irak belum pernah menang saat babak sebelumnya. Saya harap, kita maksimalkan lah karena itu dua laga penting buat kita lolos ke Piala Dunia," tambahnya.
Analisis Taktik: Saatnya Berani Bermain Progresif
Menghadapi tim sekelas Arab Saudi dan Irak, Timnas Indonesia butuh pendekatan taktik yang lebih berani dan terstruktur.
Di bawah arahan Kluivert, transisi cepat dari bertahan ke menyerang harus menjadi kekuatan utama.
Dengan kehadiran gelandang seperti Beckham yang punya visi dan kecepatan, pola counter pressing dan build-up dari lini kedua bisa dimaksimalkan.
Kunci lainnya adalah disiplin bertahan dan efisiensi memanfaatkan peluang.
Arab dan Irak unggul secara fisik dan pengalaman, tapi Indonesia punya energi muda dan momentum.
Jika bisa menekan sejak awal dan meminimalkan kesalahan elementer, bukan tidak mungkin Garuda bisa mencuri poin bahkan kemenangan dalam duel krusial ini.