Frustasi! AS "Merengek" Minta  Dunia Turun Tangan Bongkar Selat Hormuz dari 'Cengkeraman' Iran, Sinyal Trump Nyerah?

Potret ilustrasi ranjau laut Selat Hormuz
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Pemerintah Amerika Serikat (AS) secara resmi mulai menyerukan dukungan internasional untuk menjaga keamanan di Selat Hormuz.

Langkah ini diambil setelah Washington menilai jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut telah dijadikan sebagai alat tekanan politik dan ekonomi oleh pihak Iran.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan bahwa negara-negara lain tidak bisa lagi hanya bergantung pada armada militernya untuk mengawal lalu lintas perdagangan global.

Meskipun Amerika Serikat berkomitmen untuk tetap menjalankan peran utamanya dalam menjaga navigasi laut, Marco Rubio menilai beban operasional tersebut sudah tidak sepatutnya ditanggung sendiri oleh Washington.

"Jelas bahwa mereka, atau setidaknya sebagian pihak di sana, ingin mengendalikan Selat Hormuz. Mereka ingin menjadikannya sebagai alat tekanan terhadap dunia," ujar Rubio saat memberikan keterangan resminya, seperti dilansir dari Reuters.

Ancaman Nyata Krisis Energi Global

Marco Rubio memperingatkan bahwa eskalasi di Selat Hormuz bukan sekadar perselisihan bilateral antara AS dan Iran, melainkan ancaman langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Selat Hormuz merupakan titik chokepoint paling vital di planet ini.

Jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut dilewati oleh sekitar 20 persen atau seperlima dari total konsumsi minyak harian dunia.

Setiap gangguan kecil pada akses navigasi di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga energi secara mendadak serta mengacak-acak rantai pasok global.

Oleh karena itu, Washington mendesak negara-negara pengguna jalur tersebut khususnya para pengimpor minyak terbesar untuk mengambil peran yang lebih aktif.

"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang perlu dilakukan untuk melindungi pelayaran global. Namun, negara-negara lain juga harus mulai meningkatkan kontribusinya, baik berupa peralatan maupun dukungan pendanaan, agar beban ini dapat dipikul bersama,"

ia menambahkan. Esakalasional Konflik dan Pembagian Tanggung Jawab Pernyataan keras Rubio menandai babak baru dalam upaya AS membangun koalisi internasional di tengah memanasnya suhu politik di Timur Tengah.

Selama beberapa pekan terakhir, ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat akibat aksi saling serang yang memicu kekhawatiran meluasnya konflik regional.