Pemain Manchester United Sengaja Tak Ikuti Perintah Erik ten Hag?
- bbc.com
Siap – Manchester United kalah lagi. Tidak tanggung-tanggung, anak asuh Erik ten Hag kali ini dihajar 0-4 oleh Crystal Palace di stadion Selhust Park, Selasa (7/5/2024) dinihari WIB.
Kekalahan memalukan ini menambah rentetan buruk Setan Merah. Mereka hanya menang dua kali dari delapan pertandingan terakhir.
Yang tak kalah memalukan adalah selisih gol. Berada di peringkat kedelapan United mencatatkan selisih gol minus tiga.
Untuk klub sebesar Manchester United tentu ini aib besar. Maka dari itu banyak pihak yang sudah lelah melihat performa Bruno Fernandes dkk.
Dan tentu saja sosok pertama yang diminta pertanggungjawaban adalah sang pelatih, Erik ten Hag. Ini juga yang dilakukan mantan asisten pelatih United, Rene Meulensteen.
Meski demikian ia tidak sepenuhnya menyalahkan Ten Hag. Baginya peran pemain juga penting dan dia beranggapan para pemain tidak mau menjalankan perintah pelatih di lapangan.
“Fokusnya saat ini tertuju pada Ten Hag dan memang demikian karena dia melakukan banyak kesalahan. Tapi jelas bahwa masalah di klub jauh lebih dalam,” ungkap mantan asisten Sir Alex Ferguson kepada BBC.
“Dia mengatakan setelah pertandingan pemain tidak mengikuti peraturannya dan ada dua alasan mengapa hal itu terjadi. Mereka tidak mau atau tidak bisa karena mereka tidak punya kualitas untuk itu. Jadi ini situasi yang sulit,” ia menambahkan.
Dengan dipastikannya Manchester United absen di Liga Champions musim depan, pria asal Belanda meminta kejelasan terhadap masa depan Erik ten Hag.
Dengan kontrak sampai musim depan, Meulensteen percaya sekarang waktu yang tepat untuk menentukan apakah Ten Hag masih dipertahankan atau tidak.
Sebab masa depan pelatih bisa berdampak pada aktivitas klub di bursa transfer musim depan. “Jika Jim Ratcliffe berpikir dia punya masa depan berarti dia masih punya,” singgungnya.
“Tapi sekali lagi, harus ada kejelasan dan lebih cepat lebih baik. Ada jendela transfer baru dengan banyak perubahan, aka nada beberapa orang baru di posisi yang sangat penting,” tutup pria yang bekerja di Manchester United dari 2007 sampai 2013.