Juergen Klopp Harap Turun Hujan di Laga Terakhir Liverpool, Apa Maksudnya?

Juergen Klopp harap turun hujan
Juergen Klopp harap turun hujan
Sumber :
  • independent.ie

Siap – Kemenangan 4-2 Liverpool atas Tottenham Hotspur tadi malam bukan laga terakhir The Reds di Anfield musim ini. Ada satu pertandingan kandang lagi yang akan dimainkan pasukan Juergen Klopp.

Premier League menyisakan dua pertandingan lagi musim ini. pekan depan Liverpool akan tandang ke Aston Villa pada pekan ke-37.

Dan pada 19 Mei laga pamungkas Liga Inggris tersaji serentak. The Reds kembali melakoni laga terakhir musim di Anfield.

Tentu saja pertandingan melawan Wolverhampton nanti sangat istimewa untuk Liverpool. Sebab itu adalah terakhir kalinya mereka didampingi Juergen Klopp.

Diprediksi para fan akan memberikan kenangan terindah untuk Klopp. Baik itu dari tifo yang akan mereka siapkan di tribun atau dalam bentuk lainnya.

Dan bagi nakhoda asal Jerman ia percaya laga terakhir di Anfield akan sangat emosional. Bahkan menurutnya ada kemungkinan ia akan menitikkan air mata.

Maka dari itu ia berharap hujan lebat turun di kota Liverpool pada Senin siang waktu setempat. Maksudnya jelas, ia tidak ingin para penggemar melihat tangisnya.

“Saya berbohong jika bilang saya tidak dalam berada dalam emosi yang tinggi. Namun, saya masih punya pertandingan lain. Dalam dua minggu waktunya adalah hari yang berbeda,” ujar Klopp kepada Sky Sports.

“Saya sangat menyukai segalanya tentang klub dan kota ini. Kita lihat saja bagaimana nanti. Saya berharap huan turun jadi orang-orang tidak bisa keluar. Ada kemungkinan besar akan turun hujan jadi mereka tidak bisa melihat saya menangis,” ucapnya lagi.

Juergen Klopp datang ke Liverpool 2015 lalu saat klub tengah terpuruk. Kini ia pergi dengan segudang prestasi. Termasuk menutup musim terakhirnya dengan trofi Carabao Cup.

Pria 56 tahun benar-benar membuktikan apa yang ia katakan saat pertama kali menginjakkan kaki di Anfield. Yaitu percaya

“Saya tidak membuat mereka percaya. Saya mengingatkan mereka apa yang terjadi jika kita percaya,” tutup Juergen Klopp.