Detik detik Aksi Bunuh Diri di Apartemen Penjaringan, Gelagat Aneh Korban Sebelum Meninggal Terkuak
- Istimewa
Siap –Tragedi aksi bunuh diri satu keluarga dengan cara melompat bersamaan dari lantai 22 atau rooftop apartemen di Penjaringan Jakarta Utara viral di media sosial.
Terlebih peristiwa tersebut diunggah oleh berbagai akun media sosial instagram, salah satunya akun @info.negeri pada Sabtu 9 Maret 2024.
Dalam unggahan akun tersebut terlihat gerak-gerik satu keluarga tersebut sebelum meninggal dunia.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas CCTV yang diunggah akun tersebut, terlihat mulanya satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, satu anak perempuan dan satu anak laki-laki berjalan menuju sebuah lift.
Lalu, unggahan tersebut memperlihatkan CCTV di area parkiran mobil.
Sempat terekam jelas detik-detik satu keluarga itu jatuh di parkiran mobil tersebut hingga menimbulkan suara benturan yang cukup kencang.
Warga sekitar yang kaget mendengar suara tersebut langsung berhamburan keluar dan mendapati satu keluarga itu telah tergeletak.
Keempat orang tersebut merupakan satu keluarga yang terdiri dari ayah berinisial EA (50), ibu AEL (52), anak perempuan JL (15), dan anak laki-laki JW (13).
Kapolsek Metro Penjaringan, Kompol Agus Ady Wijaya mengatakan, keempat orang tersebut awalnya diketahui datang ke apartemen dalam satu mobil yang sama sekitar pukul 16.02 WIB.
Kemudian mereka turun di parkiran dan menaiki lift ke lantai 21, seperti terekam dalam kamera CCTV apartemen.
"Pukul 16.05 WIB, keluar dari lift di tanggal 21 berdasarkan CCTV, naik ke tangga darurat untuk ke rooftop apartemen, kemudian 16.13 WIB, para korban terjatuh bersamaan di depan lobby apartemen," ujar Agus Ady Wijaya.
Saat terjatuh, satu keluarga ini dalam kondisi saling terikat. Menurut Agus Ady, EA mengikatkan tangannya dengan sang anak perempuan, sedangkan sang ibu ke anak laki-laki sebelum akhirnya empat orang ini mengakhiri hidupnya.
Pada saat terjatuh itu masih dalam kondisi EA dan JL terikat tangannya dengan tali yang sama, AEL terikat tali yang sama dengan JWA, ikatan tali tersebut mengikat," kata Agus Ady di lokasi, Sabtu malam.
Tak hanya itu saja, sebelum mengakhiri hidup, EA sempat mencium kening sang istri dan dua anaknya. Bahkan, EA juga sempat mengumpulkan ponsel anak istrinya.
"Di dalam lift, sang ayah (EA) ini terlihat mencium-cium kening dari ketiga orang lainnya. Setelah dicium-cium keningnya, AEL (ibu) terlihat mengumpulkan handphone-handphone dari semuanya untuk naik ke atas," terangnya.
Rupanya, empat orang satu keluarga yang tewas itu pernah menjadi penghuni tempat tersebut selama beberapa waktu.
Keempat orang itu kemudian pindah tempat tinggal dan sudah dua tahun tak terlihat beraktivitas di apartemen tersebut.
Lalu, EA, AEL, JL dan JW baru terlihat lagi di apartemen tersebut tepat saat kejadian menggunakan satu mobil yang sama yakni Daihatsu Gran Max berwarna silver, dengan nomor polisi B 2972 BIQ.
"Dulu mereka pernah tinggal di sini, kemudian sudah 2 tahun belakangan tidak tinggal di sini,"
"Baru hari ini kembali lagi ke apartemen untuk melakukan kegiatan seperti ini," sambungnya.
Akibat kejadian itu, EA, AEL, JL dan JW mengalami luka kepala dan patah tulang di sekujur tubuh.
Usai kejadian, polisi pun melakukan olah TKP dan membawa jenazah ke RS Cipto Mangunkusumo untuk proses visum et repertum.