Terungkap! Syahganda Bongkar Kebijakan Pro-China Jokowi Sebagai Trik Psikologis, Benarkah!

- Youtube abhram sammad speak up
Ia menyebut bahwa kekuatan Islam modernis dan tradisional, seperti Anis dan Muhaimin, lebih berpotensi meraih suara.
Namun, Syahganda menyatakan ketidakmungkinan Prabowo mencapai lebih dari 40% suara.
Dalam analisisnya, Syahganda menjelaskan bahwa politik identitas tidak cukup untuk menggerakkan massa.
"Politik identitas tidak cukup. Anies dan Muhaimin dengan gabungan Islam modernis dan tradisional memiliki potensi lebih dari 60% suara,"ujarnya
Ia menyoroti potensi Anis dan Muhaimin sebagai kombinasi Islam modernis dan tradisional yang dapat mencapai lebih dari 60% suara.
Syahganda juga mengkritik peran Gibran dan Mahfud MD dalam kontestasi ini.
Ia menilai bahwa basis nasionalis yang dulu terkait dengan Prabowo telah terpecah, dan Gibran tidak mampu memimpin kelompok Islam.