Mengurai Sejarah Pembangunan Jalur Kereta Api di Indonesia

Potret kereta api tempo dulu.
Sumber :
  • tropenmuseum.nl

Kamis, 17 Juni 1864, pembangunan jalur kereta api dimulai. Pencangkulan pembangunan jalur kereta api dilakukan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, LAJ Baron Sloet van den Beele.

Jalur kereta api sepanjang 26 km dengan rute Kemijen-Tanggung rampung dikerjakan. Perusahaan Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) menginisiasi pembangunan tersebut.

NISM kemudian membangun jalur kereta api dengan rute Semarang-Surakarta pada 10 Februari 1870. Rute sepanjang 110 km tersebut, difungsikan NISM untuk mengangkut hasil bumi seperti kopi, cengkeh, tembakau, teh, dan gula.

Perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda tersebut lantas melebarkan sayap bisnisnya.

Kamis, 1 November 1894, NISM meresmikan penggunaan jalur rel sepanjang 118 km Tasikmalaya dan Kesugihan. Momen tersebut merupakan bagian terakhir jalan rel guna menghubungkan Jakarta-Surabaya.

Perjalanan ke Surabaya dengan kereta api dimulai dari Jakarta ke Bogor lanjut ke Sukabumi dan berhenti di Bandung, sebagai tempat perhentian pertama untuk bermalam dan beristirahat setalah menempuh perjalanan sehari penuh.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan melalui Tasikmalaya hingga Yogyakarta yang merupakan ujung terakhir jaringan jalan rel SS bagian barat dan tempat bermalam kedua.