Menlu Sugiono Desak Investigasi Penembakan WNI oleh Aparat Malaysia

ilustrasi penembakan Anggota DPRD Lampung
Sumber :
  • pixabay

Siap – Insiden penembakan yang dilakukan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) terhadap kapal nelayan WNI di perairan Selangor telah memicu perhatian serius dari pemerintah Indonesia

Dalam kejadian itu, satu WNI tewas, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan bahwa investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengungkap fakta di balik insiden tragis tersebut.

"Menlu RI mendorong investigasi menyeluruh terhadap insiden penembakan yang dilakukan oleh APMM, termasuk dugaan adanya excessive use of force," ujar Sugiono tegas dalam keterangannya, Selasa, 28 Januari 2025.

Selain menyerukan penyelidikan, Sugiono juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

“Kami menyesalkan jatuhnya korban jiwa WNI dalam insiden penembakan yang dilakukan APMM,” katanya penuh simpati.

Penembakan maut ini terjadi pada Jumat (24/1) sekitar pukul 03.00 pagi waktu setempat di perairan Tanjung Rhu, Selangor. 

Menurut keterangan APMM, penembakan dilakukan setelah para penumpang kapal diduga melakukan perlawanan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan jenazah WNI yang tewas akan segera dipulangkan ke tanah air setelah proses autopsi selesai. 

Empat korban lainnya yang mengalami luka-luka saat ini dirawat di sebuah rumah sakit di Malaysia. 

Menurut laporan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), kondisi mereka dilaporkan stabil.

KBRI telah mendapatkan akses kekonsuleran untuk bertemu dengan para korban dan dijadwalkan melakukan pertemuan pada Rabu (29/1). 

Harapan besar muncul agar investigasi ini dapat membawa keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.